JAKARTA –
**Borneonews - Kairo**, Presiden Mesir, Abdel Fattah al-Sisi, telah menyampaikan dukungan penuh kepada Lebanon melalui sebuah panggilan telepon kepada Perdana Menteri Najib Mikati. Dalam komunikasi tersebut, al-Sisi menekankan komitmen Kairo untuk membantu Beirut dengan perintah pengiriman bantuan yang harus segera diimplementasikan. Menurut pernyataan resmi yang dirilis oleh Kepresidenan Mesir, al-Sisi menegaskan bahwa Mesir akan berdiri di samping Lebanon, terutama dalam menghadapi situasi kritis saat ini. Ia juga menolak segala upaya yang dapat mengancam keamanan, stabilitas, kedaulatan, serta integritas wilayah Lebanon. Lebih lanjut, al-Sisi mengungkapkan pentingnya adanya gencatan senjata yang segera, menyeluruh, dan bersifat permanen, baik di Lebanon maupun di Gaza. “Presiden Mesir telah memberikan instruksi untuk segera mengirimkan bantuan medis darurat sebagai ungkapan solidaritas kepada rakyat Lebanon. Ini juga menegaskan bahwa dukungan Mesir untuk Lebanon akan terus berlanjut di semua tingkatan,” kata pernyataan tersebut. Al-Sisi juga menggarisbawahi bahwa komunitas internasional memiliki tanggung jawab untuk menghentikan praktik agresi terhadap Palestina dan Lebanon. Ia mengingatkan bahwa kegagalan untuk melakukan hal tersebut dapat memperparah situasi yang berpotensi menjerumuskan kawasan ke dalam eskalasi yang berbahaya, yang akan membahayakan stabilitas dan perdamaian di tingkat regional maupun internasional. Perdana Menteri Mikati memberikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh Mesir, serta membahas langkah-langkah yang diambil pemerintah Lebanon dalam menghadapi situasi semacam ini. Ia memuji peran aktif Mesir dalam upaya pemulihan keamanan dan stabilitas di wilayah tersebut. Konflik antara Hizbullah dan Israel meningkat seiring dengan serangan massive Israel di Jalur Gaza, yang telah mengakibatkan hampir 41.600 orang tewas, mayoritas dari mereka adalah wanita dan anak-anak. Hal ini dipicu oleh serangan lintas batas yang dilancarkan oleh kelompok perlawanan Palestina, Hamas, pada tanggal 7 Oktober lalu. Dalam konteks ini, komunitas internasional mengingatkan agar tidak ada serangan lebih lanjut terhadap Lebanon, yang dapat memicu kekhawatiran bahwa konflik yang sedang terjadi di Gaza dapat bertransformasi menjadi perang berskala regional. ANTARA