JAKARTA –
**Borneonews - New York**, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi, memberikan pernyataan mengenai meninggalnya pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah, yang terjadi akibat serangan udara Israel ke Lebanon pada hari Jumat, 27 September. Sebelumnya, Israel mengklaim telah berhasil membunuh Sekretaris Jenderal Hizbullah, dan kemudian pihak Hizbullah mengkonfirmasi bahwa Nasrallah telah gugur. Dalam penyampaian kepada awak media di New York, Retno menekankan bahwa saat melakukan *stake out* dengan beberapa Menteri Luar Negeri dari Negara Anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), beberapa pesan penting telah disampaikan oleh delegasi, termasuk perwakilan dari Saudi Arabia dan Yordania. Dia menegaskan, saat pertemuan tinggi ini berlangsung, situasi dan ketegangan di Lebanon cenderung meningkat. Retno juga menggarisbawahi keprihatinan yang disampaikan selama Pekan Pertemuan Tingkat Tinggi dalam Sidang Majelis Umum PBB, yang memberikan peringatan agar situasi di Lebanon tidak berubah menjadi seperti di Gaza. Menurutnya, kita harus menghentikan semua bentuk konflik ini agar tidak menjadi norma baru yang diterima. "Situasi yang terjadi di Lebanon, Tepi Barat, dan Gaza tidak boleh dianggap sebagai keadaan yang biasa. Kita perlu berupaya keras untuk menghentikannya. Apa yang terjadi di Lebanon harus jadi pengingat agar kita semakin berkomitmen untuk mencari solusi dalam forum ini," ungkap Retno. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tanggung jawab kini berada di tangan Dewan Keamanan PBB, khususnya bagi negara-negara pemegang hak veto. Mereka mempunyai peran penting dalam menciptakan keputusan yang mampu menghentikan semua tindakan kekerasan yang dilakukan oleh Israel. Bagi Indonesia, serangan yang menimpa Lebanon tidak hanya menjadi perhatian regional tetapi juga berdampak langsung pada anggota pasukan perdamaian *United Nations Interim Force in Lebanon* (UNIFIL) yang berasal dari Indonesia. Indonesia mengirimkan kontingen pasukan terbanyak, yaitu sekitar 1.200 personel, untuk terlibat dalam misi perdamaian di area tersebut. ANTARA