**Borneonews - Surabaya**, Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, KH Abdul Hakim Mahfudz yang lebih dikenal dengan sebutan Gus Kikin, menekankan bahwa Hadratussyaikh KH M Hasyim Asy'ari telah mengobarkan semangat juang yang patut dilanjutkan dan dikembangkan untuk mengisi perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Menurutnya, jika kita merenungkan pemikiran dan tindakan yang diambil oleh Kiai Hasyim Asy'ari, maka akan tampak bahwa ide-ide beliau jauh lebih maju dan bahkan melampaui zaman, khususnya bagi kalangan santri. Gus Kikin menegaskan bahwa adalah tanggung jawab kita untuk terus merawat serta menyebarluaskan semangat juang yang telah diwariskan tersebut. Ini disampaikannya dalam sebuah keterangan yang diterima di Surabaya pada hari Ahad.
Gus Kikin memberikan penjelasan lebih lanjut terkait Halaqoh Pemikiran Hadratussyaikh KH M. Hasyim Asy'ari yang diselenggarakan oleh Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng (Ikapete) Jawa Timur. Acara tersebut berlangsung di Gedung Monumen Resolusi Jihad NU, Surabaya pada 28 September. Ia mengungkapkan bahwa dampak dari *fatwa jihad* untuk perang sabil sangat signifikan, bahkan pemenang Perang Dunia II mengalami kerugian besar dalam hal sumber daya manusia, termasuk kehilangan jenderal yang berpengaruh.
Halaqoh tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Rais Syuriah PCNU Surabaya KH Ahmad Zulhilmi Ghazali, KH Abdul Hari, dan KH Achmad Saiful Chalim. Selain Gus Kikin, berbagai pembicara turut meramaikan acara ini, seperti Riadi Ngasiran, seorang sejarawan NU, Dirintelkam Polda Jatim Kombes Pol Nanang Juni Mawanto, serta Fahrul Muzaqqi dari Fisipol Unair.
Riadi Ngasiran menyampaikan bahwa Fatwa Djihad Kiai Hasyim Asyari yang dikeluarkan pada tanggal 17 September 1945 ini ditujukan kepada masyarakat umum, khususnya kepada kaum santri dan umat Islam. Ia menjelaskan bahwa fatwa ini kemudian diperkuat oleh keputusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Resolusi Djihad NU di Surabaya pada 22 Oktober 1945.
Riadi menekankan bahwa di tengah kondisi perang dan situasi yang tidak aman pada masa Revolusi Fisik 1945-1946, NU telah mengeluarkan Resolusi Djihad di Purwokerto sebagai bagian dari hasil Muktamar NU yang berlangsung pada 26 hingga 29 Maret 1946. Hal ini menjadi bukti nyata kontribusi umat Islam, khususnya Nahdlatul Ulama, dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
Dalam acara tersebut, Riadi Ngasiran yang juga merupakan penulis buku Perang Sabil di Surabaya, Resolusi Jihad NU 1945 mengingatkan semua pihak tentang pentingnya nilai-nilai perjuangan yang diperjuangkan oleh pendiri NU bagi generasi penerus. Ia mencatat bahwa keputusan-keputusan penting dalam bidang agama dan politik yang dikeluarkan oleh NU, seperti Fatwa Jihad KH M Hasyim Asyari dan Resolusi Jihad NU, mendapatkan dukungan besar dari berbagai organisasi keagamaan di Indonesia, termasuk mosi dari Rakyat Muslimin Kebumen yang menyerukan agar umat Islam bersungguh-sungguh dalam mempertahankan Republik Indonesia.
Tanggal 7-8 November 1945 juga menjadi momen penting ketika umat Islam Indonesia mengadakan Muktamar Islam Indonesia di Yogyakarta. Muktamar ini memiliki tujuan untuk mengimbau seluruh umat Islam di Nusantara agar memperkuat persiapan dalam menggelar *jihad fi Sabilillah*.
Di pihak lain, pada tanggal 29 September, Ketua Yayasan Insan Keturunan Sagipoddin (IKSA) HA Wachid Zein dalam acara Maulid Nabi dan Haul Mbah Sagipoddin di Langgar Gipo Surabaya menyampaikan bahwa Langgar Gipo yang didirikan oleh H Abdul Latief Sagipoddin pada tahun 1717 menjadi lokasi penting bagi pertemuan antara tokoh-tokoh pejuang di Surabaya, termasuk HOS Tjokroaminoto, Soekarno, dr Soetomo, dan KH Wahab Chasbullah.
Ia menjelaskan bahwa Langgar Gipo bukan hanya sekadar tempat berkumpul, tetapi juga merupakan lokasi strategis untuk membahas berbagai strategi perjuangan.
Dengan demikian, Langgar Gipo memiliki nilai sejarah yang besar dan merupakan bagian penting dari perjalanan nasionalisme di Indonesia.
ANTARA
KH M Hasyim Asy'ari, Warisan Semangat Juang untuk Indonesia
Bagikan:

SURABAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Rian/Daniel ke Final Kudus Indonesia Masters Usai Menang Tiga Gim
Kemnaker Umumkan Syarat dan Cara Daftar Pelatihan Vokasi Korban PHK
MILLS Luncurkan Koleksi Musim Panas 2027 Bertajuk Next Inheritance
Pangkoops: Dua Anggota KKB Tewas Saat Kontak Tembak di Nduga
Polisi Selidiki Pesawat Asian One Air Tergelincir di Intan Jaya
Presiden Iran Akan Bahas Ekonomi, Isu Global dengan Putin
Komentar (0)
Memuat komentar…







