JAKARTA –
**Borneonews - Istanbul**, China menegaskan komitmennya untuk mendukung upaya Palestina dalam meraih kemerdekaan. Dalam pandangannya, ketidakadilan yang dialami oleh rakyat Palestina tidak dapat ditutupi oleh kekuasaan negara lain. Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, dalam pidatonya yang disampaikan pada Sidang ke-79 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menyebutkan bahwa Palestina adalah "luka terbesar" bagi hati nurani kemanusiaan. Dia menegaskan, harapan masyarakat Palestina untuk membentuk negara merdeka tidak dapat diabaikan lebih jauh, dan sejarah yang merugikan rakyat Palestina harus diakui. Wang Yi juga mengangkat isu mengenai ketegangan yang terjadi baru-baru ini di Lebanon, di tengah konflik berkepanjangan di Jalur Gaza, yang telah menimbulkan ribuan korban jiwa. Pidato tersebut disampaikan di tengah intensifikasi serangan Israel terhadap wilayah Palestina yang terkepung sejak 7 Oktober 2023. Data menunjukkan bahwa lebih dari 41.500 warga Palestina telah kehilangan nyawa akibat serangan yang dilancarkan oleh Israel di Gaza. Selain itu, Israel juga meningkatkan serangan udaranya di Lebanon, menargetkan area permukiman serta pasar-pasar umum. Di antara korban, ada juga pemimpin kelompok Hizbullah, Hassan Nasrallah, yang dilaporkan tewas pada Jumat (27/9). Dukungan militer dan diplomatik yang terus-menerus dari Amerika Serikat dan sekutunya turut memfasilitasi keberlangsungan serangan Israel, baik di Gaza maupun Lebanon, yang sudah berlangsung hampir satu tahun. Hal ini menunjukkan kompleksitas situasi dan tantangan yang dihadapi dalam mencapai perdamaian di kawasan tersebut. ANTARA