BENGKULU –
**Borneonews - Kota Bengkulu**, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu telah kembali melakukan langkah proaktif dengan memasang tiga perangkap harimau lengkap dengan kamera pemantau. Perangkap tersebut ditempatkan di dua kecamatan yang terletak di Kabupaten Bengkulu Utara. Said Jauhari, Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Bengkulu, menjelaskan bahwa satu perangkap dipasang di Kecamatan Pinang Raya, sementara dua lainnya berada di Kecamatan Napal Putih. Beberapa alat perangkap dilengkapi dengan kamera pemantau, namun ada juga yang tidak. Upaya ini dilakukan sebagai respons terhadap laporan dari masyarakat mengenai masuknya harimau sumatera (*Panthera tigris sumatrae*) ke area permukiman, yang mana harimau ini telah memangsa hewan ternak milik warga. Said menyatakan bahwa umpan yang digunakan untuk menarik perhatian harimau terdiri dari kambing dan sisa-sisa sapi yang sebelumnya telah menjadi sasaran harimau di Desa Gembung Raya dan Kinal Jaya. Selain itu, pemantauan terbaru menunjukkan keberadaan dua ekor harimau di Kecamatan Napal Putih dan Pinang Raya. Menghadapi situasi ini, pihak BKSDA mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan diri mereka sendiri maupun satwa liar jika mereka berhadapan langsung dengan harimau. Tindakan yang tidak terukur dapat berpotensi menimbulkan risiko bagi manusia dan hewan tersebut. Sebelumnya, pada tanggal 21 September, Polsek Ulok Kupai menerima laporan mengenai serangan harimau yang memangsa hewan ternak di Desa Kinal, Kecamatan Napal Putih. Kejadian tersebut dilaporkan terjadi pada dini hari, sekitar pukul 02.30 WIB. Selain menyerang sapi, harimau juga dilaporkan memangsa dua ekor anjing pada tanggal 20 September dan satu ekor anjing pada 21 September. Sebagai bagian dari upaya pencegahan, BKSDA Bengkulu telah melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat di Desa Gembung Raya mengenai tata cara penanganan ketika berhadapan dengan harimau sumatera. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan mengurangi kemungkinan terjadinya interaksi negatif antara manusia dan harimau. ANTARA