**Borneonews - Kupang**, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Nusa Tenggara Timur, Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga, mengungkapkan bahwa penyelenggaraan turnamen mancing kembali dilakukan di Kota Kupang bertujuan untuk menarik lebih banyak wisatawan dan meningkatkan ekonomi di ibu kota provinsi NTT.
Pernyataan tersebut disampaikannya sesaat setelah menutup turnamen mancing Kapolda NTT 2024, yang menawarkan total hadiah uang tunai sebesar Rp249 juta, dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-78 Polri. Dalam kesempatan itu, Irjen Silitonga juga menuturkan bahwa pihaknya telah berkomitmen untuk menyelenggarakan turnamen berikutnya dengan kriteria yang lebih baik.
Turnamen mancing ini terpaksa baru bisa dilaksanakan pada akhir bulan September, mengingat kondisi cuaca yang tidak mendukung selama bulan Juli hingga Agustus lalu. Kapolda NTT menilai bahwa kegiatan itu bukan hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga berpotensi memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata bahari dan perekonomian lokal di Kota Kupang.
Sebanyak 345 pemancing yang berasal dari berbagai provinsi, termasuk Kalimantan, Nusa Tenggara Barat, Bali, Jawa, dan Sulawesi, turut meramaikan turnamen tersebut. Kehadiran mereka otomatis membantu meningkatkan occupancy hotel-hotel di Kupang, yang pastinya memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah.
Di samping itu, para peserta turnamen juga memanfaatkan jasa penyewaan kapal, sehingga hal ini memberikan manfaat bagi para nelayan lokal. Dari total peserta yang mengikuti turnamen ini, tercatat 110 ikan berhasil ditangkap, mencerminkan potensi sumber daya kelautan yang melimpah di perairan sekitar pulau Timor.
Dalam turnamen ini, juara pertama berhasil menangkap ikan kerapu dengan berat 38 kilogram, sementara juara kedua mendapatkan ikan *Ruby Snapper* seberat 36 kilogram, dan juara ketiga memperoleh ikan tuna seberat 22 kilogram. Menurut Kapolda NTT, hasil tangkapan tersebut menandakan bahwa perairan NTT kaya akan keanekaragaman biota laut yang berkualitas.
Namun, Irjen Silitonga juga mengingatkan nelayan untuk tidak menggunakan metode penangkapan yang merusak, seperti membom ikan. Tindakan tersebut dapat merusak ekosistem laut dan menghambat proses regenerasi serta pertumbuhan ikan. Dengan harapan agar semua pihak menjaga kelestarian sumber daya alam, ia mengajak masyarakat, khususnya nelayan, untuk bertindak bijak demi keberlangsungan perikanan yang berkelanjutan.
ANTARA
Turnamen Mancing Kapolda NTT Dorong Perekonomian Kota Kupang
Bagikan:

KUPANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Polres Seruyan Gelar Operasi Patuh Telabang 2026, Utamakan Langkah Pencegahan
Menteri Nilai 68 Ribu UMKM Pemasok MBG Masih Sedikit
Perasaan Carrick Campur Aduk Usai MU Dibungkam Bournemouth
2 Gol Kylian Mbappe Menangkan Real Madrid 2-1 atas Barcelona
AC Milan Lanjutkan Catatan Tanpa Kalah Usai Menang 2-0 atas Udinese
573 Personel Dikerahkan Dalam Operasi Patuh Telabang 2026
Komentar (0)
Memuat komentar…







