JAKARTA –
**Borneonews - Moskow**, China secara tegas menolak segala bentuk pelanggaran terhadap kedaulatan dan keamanan negara Lebanon. Negara tersebut juga mengecam tindakan yang berpotensi memperburuk situasi dan mempertinggi ketegangan di kawasan tersebut. Pernyataan ini disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri China pada hari Minggu, sebagai respons terhadap insiden serangan udara yang dilakukan oleh Israel di Beirut, yang mengakibatkan gugurnya pemimpin gerakan Hizbullah, Hassan Nasrallah, pada hari sebelumnya. Dalam keterangan resminya, Kementerian Luar Negeri China menyatakan, “Kami sangat menentang pelanggaran terhadap kedaulatan dan keamanan Lebanon, serta tindakan-tindakan yang merugikan para warga sipil yang tidak bersalah. Kami juga mengecam segala tindakan yang dapat memicu konflik dan meningkatkan ketegangan di tingkat regional.” China menunjukkan keprihatinan mendalam terhadap kondisi yang semakin memburuk di Timur Tengah, menekankan bahwa mereka akan terus memantau perkembangan situasi secara cermat. Dalam pernyataannya, China menyerukan kepada semua pihak, khususnya kepada Israel, untuk segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna meredakan ketegangan dan mencegah terjadinya eskalasi lebih lanjut yang dapat berujung pada konflik yang tak terkendali. Sejak Senin, 23 September, Israel telah melancarkan serangan udara masif di wilayah selatan dan timur Lebanon. Menurut data yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan Lebanon, lebih dari 1.500 orang dilaporkan tewas akibat serangan-serangan tersebut. Sebagai reaksi, Hizbullah membalas dengan meluncurkan puluhan roket ke wilayah utara Israel. Peningkatan ketegangan ini diawali oleh serangkaian ledakan yang mengguncang Lebanon pada 17 dan 18 September. Ledakan tersebut, yang berasal dari perangkat pager dan komunikasi elektronik, menyebabkan sekitar 40 orang kehilangan nyawa serta hampir 3.500 orang menderita luka-luka. Dengan demikian, situasi di Lebanon semakin memerlukan perhatian dari masyarakat internasional untuk mencegah konflik yang lebih meluas. ANTARA