BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan menggelontorkan bantuan dana untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah . Namun, saat ini masih dalam proses pengkajian untuk bantuan tersebut.

"Besaran anggarannya berapa itu belum, kami kan baru sampai. Nanti kami akan mendengar bagaimana kesiapan daerah dalam menangani pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla)," kata Kepala BNPB, Laksda (Purn) Willem Rampangilei yang mengunjungi Kobar, Kamis (11/8/2016).

Lebih lanjut ia mengatakan, pusat akan memberikan pendampingan terhadap daerah. Karena hal itu berdasarkan Undang undang nomor 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana, bahwa pemerintah daerah adalah penanggungjawan utama. Tetapi pemerintah pusat akan memberikan pendampingan. Hal ini dalam konteks bencana tak terduga. "Pendampingannya yang pertama adalah bantuan anggaran, kedua adalah peralatan sepeti helikopter water booming, dan ketiga adalah pendampingan berupa teknis," katanya.

Ia memaparkan, bencana kabut asap merupakan bencana tak terduga. Sehingga bagi pemerintah daerah dalam hal ini Kabupaten Kobar belum menganggarkan di APBDnya maka pemerintah pusat akan memberikan bantuan pendampingan tersebut.

"Bantuan dua Helikopter water booming itu semua ditanggung pusat, dari mulai pilot, sampai bahan bakarnya. Pemda itu terima beres," jelasnya.

Diketahui, Pemkab Kobar saat ini tak memiliki anggaran sama sekali untuk penanganan dan pencegahan karhutla. Anggaran baru akan diusulkan pada anggaran perubahan tahun ini dengan besaran dana sebanyak Rp800 juta.

Bupati Kobar, Bambang Purwanto mengapresiasi kedatangan pemerintah pusat melalui Kepala BNPB. Ia berharap pemerintah pusat segera memberikan bantuan anggaran untuk operasional penanganan karhutla di lapangan. "Bantuan peralatan berupa helikopter sudah disediakan oleh pusat, kalau anggaran biasanya sedikit lama prosesnya," kata Bambang.

Kebakaran ratusan hektare lahan yang terjadi di Pangkalan Bun, Kabupaten  Kotawaringin Barat (Kobar) sejak dua pekan lalu menyebabkan munculnya kabut asap pekat. Bahkan, pada 9 Agustus 2016 lalu sempat menganggu jadwal penerbangan sehingga menyebabkan tiga pesawat dari maskapai yang berbeda delay hampir satu jam.

Kedatangan Willem sendiri dalam rangka mengecek secara langsung kesiapan pemerintah daerah dalam melaksanakan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tahun 2016. (CECEP HERDI/N).