**Borneonews - Makassar**, Program *Electrifying Agriculture* (EA) yang diluncurkan oleh PT PLN (Persero) telah menunjukkan hasil yang signifikan dalam menekan biaya produksi pertanian di Sulawesi Selatan, dengan penghematan mencapai 83 persen. Inisiatif ini berfokus pada membantu petani, khususnya di Kabupaten Pinrang dan Enrekang, dalam kegiatan pompanisasi sawah tadah hujan.
General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat, Budiono, menjelaskan bahwa program EA dikembangkan dengan tujuan meningkatkan produktivitas di sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan. Hal ini merupakan bagian dari komitmen PLN untuk memberikan pelayanan kelistrikan yang tidak hanya memadai tetapi juga mampu mendukung kesejahteraan masyarakat.
Dalam penyampaian keterangan persnya, Budiono menegaskan bahwa PLN berkomitmen untuk terus berinovasi dan memberikan yang terbaik, agar sistem kelistrikan yang ada dapat mendatangkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Ia menambahkan, program ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi para pelaku usaha untuk meningkatkan efisiensi serta biaya operasional mereka.
Budiono juga melaporkan bahwa saat ini telah banyak petani yang beralih ke sistem *Electrifying Agriculture* dan merasakan manfaat yang dihasilkan dari inisiatif kelistrikan milik PLN. Selain berfokus pada peningkatan produktivitas petani, PLN juga berupaya menyediakan listrik bagi daerah-daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).
Beberapa lokasi seperti Desa Maritengngae di Kabupaten Pinrang dan Desa Saruran di Kabupaten Enrekang, yang terletak di daerah pegunungan dan jauh dari pemukiman penduduk, kini telah mendapatkan layanan listrik dari PLN. Sebagai hasilnya, per September 2024, jumlah pelanggan program EA di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat tercatat sebanyak 3.693 pelanggan dengan total daya terpasang mencapai 189.867 kiloVolt Ampere (kVA).
Keberadaan *Renewable Energy Certificate* (REC) dari PLN juga membuka peluang baru bagi para petani untuk memasuki pasar ekspor. Salah satu contoh nyata adalah pengalaman Tahir, petani dari Desa Maritengngae, yang mengungkapkan manfaat telah beralih ke sistem kelistrikan PLN. Sebelumnya, ia mengandalkan pompa air berbahan bakar gas yang membutuhkan 70 tabung gas tiga kilogram dengan total pengeluaran mencapai Rp2,25 juta per bulan. Kini, dengan listrik, ia hanya menghabiskan Rp378 ribu untuk pembelian token listrik setiap bulannya.
Tahir juga menambahkan bahwa dengan penghematan biaya operasional ini, ia merasa lebih mudah dalam mengelola usaha tani. Selain itu, ia turut berkontribusi pada penggunaan listrik hijau dengan membeli satu unit *Renewable Energy Certificate* yang setara dengan satu Megawatt hour (MWh).
Sementara itu, Hasbi, seorang petani bawang merah di Desa Saruran, mengungkapkan bahwa beralih ke listrik PLN telah mengurangi biaya operasional hingga 75 persen. Sebelum menggunakan listrik, ia mengeluarkan Rp5,2 juta per panen dengan mesin berbahan bakar diesel, tetapi kini hanya membutuhkan Rp1,3 juta per panen.
Dengan mempertimbangkan potensi panen enam kali dalam setahun, Hasbi mencatat penghematan hingga Rp23,4 juta per tahun. Efisiensi listrik juga memberikan kemudahan bagi pengoperasian mesin pompa air yang kini cukup dengan menekan tombol. Hasbi menyatakan bahwa ada peningkatan kapasitas produksi dari 45 ton menjadi 48 ton per tahun setelah memanfaatkan listrik, yang pada gilirannya meningkatkan penghasilannya menjadi Rp69 juta per tahun.
ANTARA
Listrik Hijau Program Electrifying Agriculture Hemat Biaya Petani
Bagikan:

MAKASSAR –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kalteng Prioritas Penanganan Karhutla, BNPB: Bantuan Luar Negeri untuk Teknologi Pemadaman
Armada Logistik Mulai Beralih ke Listrik, DHL Tambah 30 Mobil EV
Dua Kasus Lakalantas Terjadi saat Kabut Asap Tebal di Sampit, Dua Orang Tewas
16.387 Personel Karhutla di Kalteng Dapat Jaminan Layanan Kesehatan Gratis
Maignan Dikartu Merah, AC Milan Dihajar Bournemouth 3-0
Kalteng Jadi Sasaran Dry Ice, BNPB Tegaskan Bukan untuk Padamkan Api Karhutla
Komentar (0)
Memuat komentar…







