MAKASSAR –
**Borneonews - Makassar**, Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sulawesi Selatan mencatat bahwa realisasi Transfer ke Daerah (TKD) di Provinsi Sulsel mencapai angka Rp21,6 triliun untuk periode Januari hingga Agustus 2024. Kepala Kantor Wilayah DJPb Sulsel, Supendi, menjelaskan bahwa pendapatan yang bersumber dari transfer pusat ini setara dengan 67,84 persen dari total pagu yang ditetapkan sebesar Rp31,87 triliun. Peningkatan transfer pusat ke daerah mengalami kenaikan yang signifikan sebesar 12,22 persen year-on-year (*yoy*). Ini terutama disebabkan oleh peningkatan pada dana alokasi umum (*DAU*) yang meningkat sebesar 15,34 persen, mencapai Rp14,6 triliun, dibandingkan dengan Rp12,6 triliun pada tahun 2023. Selain itu, transfer dana desa (*DD*) juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 11,43 persen (*yoy*), dengan total sekitar Rp1,6 triliun dibandingkan dengan Rp1,4 triliun pada tahun lalu. Penyaluran untuk dana desa ini sudah mencapai 80 persen dari total yang ditetapkan. Dari sisi transfer dana bagi hasil (*DBH*), tercatat sebesar Rp386,56 miliar, yang menunjukkan capaian baru mencapai 38 persen dibandingkan Rp310,03 miliar pada tahun 2023. Ini juga menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan sebesar 24,68 persen (*yoy*). Di sisi lain, untuk transfer Dana Alokasi Khusus (*DAK*) Nonfisik, sudah tersalurkan sebesar Rp4,03 triliun atau sekitar 70 persen dari pagu yang ditetapkan, yang merupakan kenaikan dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp3,91 triliun, meskipun ada sedikit penurunan sekitar 2,93 persen (*yoy*). Sementara itu, pada transfer DAK Fisik, total dana yang tersalurkan mencapai Rp859,42 miliar, meningkat dari Rp772,96 miliar pada periode yang sama tahun lalu, mencatat pertumbuhan sekitar 11,19 persen (*yoy*). Namun, untuk jenis transfer Insentif Fiskal, jumlah yang disalurkan mengalami penurunan menjadi Rp89,77 miliar dibandingkan Rp125,15 miliar tahun lalu, yang menunjukkan penurunan sebesar 28,27 persen (*yoy*). Supendi menambahkan bahwa pada bulan Juli dan Agustus 2024, terjadi percepatan dalam penyaluran DAU. Hal ini berkontribusi positif terhadap pertumbuhan keseluruhan TKD setelah sebelumnya mengalami kontraksi yang cukup tipis. ANTARA