**Borneonews - Ponorogo**, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, baru-baru ini mengumumkan rincian hasil Laporan Awal Dana Kampanye (LADK) dari para kontestan yang akan mengikuti pemilihan kepala daerah setempat. Pengumuman ini mencakup pasangan calon dari nomor urut 1, yaitu Ipong Muchlisoni dan Segoro Luhur Kusuma Daru, serta pasangan calon dari nomor urut 2, Sugiri Sancoko dan Lisdyarita.
Dalam pernyataannya, Arwan Hamidi selaku Komisioner KPU Ponorogo menyampaikan bahwa laporan dana awal kampanye tersebut telah diumumkan pada malam sebelumnya. Pasangan calon nomor urut 1 melaporkan dana kampanye sebesar Rp100 ribu, sedangkan pasangan calon nomor urut 2 mencatatkan dana awal kampanye sebesar Rp10 juta.
Informasi ini tercantum dalam surat penetapan LADK dengan nomor 0945/PL.02.5-Pu/3502/2024. Arwan menambahkan bahwa sumber dana kampanye masing-masing pasangan calon berbeda. Untuk pasangan nomor urut 1, dana diperoleh dari kas, sedangkan pasangan nomor urut 2 mendapatkan dana dari sumbangan yang berasal dari pasangan calon itu sendiri.
Arwan juga menjelaskan bahwa pengumuman ini merupakan salah satu bentuk transparansi keuangan yang harus diperhatikan, baik untuk dana yang diterima maupun untuk dana yang dikeluarkan. Ia berharap pengumuman LADK ini tidak hanya berfungsi sebagai bentuk transparansi, tetapi juga dapat menghindarkan permasalahan di kemudian hari saat pasangan calon terpilih dilantik.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa setelah masa kampanye berlangsung, setiap pasangan calon diwajibkan untuk melaporkan pengeluaran dana mereka. Laporan pengeluaran tersebut wajib disampaikan selambat-lambatnya pada tanggal 24 November mendatang. Dengan demikian, diharapkan seluruh proses pemilihan berjalan dengan bersih dan akuntabel.
ANTARA
KPU Ponorogo Umumkan Laporan Awal Dana Kampanye Pilkada
Bagikan:

SURABAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Yusril: Kebijakan Publik Harus Berorientasi Kepentingan Masyarakat
Raharjati Nursamsa Raih Perak World Climbing Series di Chile
ISPU Kapuas Melonjak dari 1.657 ke 2.406 dalam Sejam, Udara Berstatus Berbahaya
Imam/Fairuz Tempati Peringkat Keempat AVC Suma Open 2026
Kemenperin Bidik Industri Animasi Perluas Penyerapan Tenaga Kerja
Wamenekraf Ajak Pelaku Ekraf Daerah Bidik Pasar Lebih Luas
Komentar (0)
Memuat komentar…







