JAKARTA –
**Borneonews - Karachi**, Pakistan mengecam dengan tegas aksi pembunuhan pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah, yang dilakukan oleh Israel. Tindakan tersebut dianggap sebagai langkah sembrono yang dapat memperburuk situasi ketegangan di kawasan yang sudah mengalami konflik berkepanjangan. Melalui sebuah pernyataan resmi, Kementerian Luar Negeri Pakistan menyampaikan, "Kami benar-benar mengutuk meningkatnya *petualangan* Israel di wilayah Timur Tengah. Serangan yang dilakukan secara brutal terhadap warga sipil serta pengabaian terhadap hukum internasional semakin menambah kekhawatiran kami." Kementerian tersebut juga menilai bahwa Israel telah melakukan "pelanggaran yang tidak bisa diterima" terhadap kedaulatan negara Lebanon. Hal ini disebabkan oleh terus berlangsungnya serangan dari pasukan Israel yang menyasar wilayah sipil, serta berkontribusi pada ketidakstabilan dan mengancam keamanan Lebanon. Dalam pernyataan tersebut, Pakistan menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga yang menjadi korban agresi Israel serta kepada seluruh rakyat Lebanon. Kementerian luar negeri Pakistan menegaskan kembali dukungannya dan solidaritasnya kepada Lebanon. Lebih lanjut, Pakistan mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna menghentikan aksi Israel yang berulang dan meminta pertanggungjawaban atas pelanggaran hukum internasional yang dilakukan oleh negara Zionis. Upaya ini dimaksudkan untuk mendukung terciptanya perdamaian yang berkelanjutan di Timur Tengah. Awal pekan ini, Israel meluncurkan serangan udara yang sangat besar di Lebanon, menyebabkan jatuhnya ratusan nyawa dan mengakibatkan ribuan orang mengungsi dari tempat tinggal mereka. Ketegangan semakin meningkat setelah kematian Nasrallah dan beberapa komandan Hizbullah lainnya di Beirut pada hari Jumat, 27 September. Pemboman oleh Israel di berbagai lokasi di ibu kota Lebanon tersebut masih berlanjut hingga keesokan harinya. ANTARA