BANDUNG –
**Borneonews - Garut**, Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Kabupaten Garut, bekerja sama dengan Motor Aparatur Pemda Garut (MARAG), berinisiatif mendatangkan seniman badut untuk menghibur anak-anak yang merupakan korban gempa bumi yang terjadi di Kecamatan Pasirwangi, Garut, Jawa Barat. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai salah satu cara untuk membantu memulihkan kondisi psikologis anak-anak yang terdampak bencana. Ricky R. Darajat, selaku Bendahara Korpri Kabupaten Garut, menyatakan rasa syukurnya atas kebahagiaan yang bisa diberikan kepada anak-anak tersebut. Menurutnya, sebagai aparatur pemerintah daerah, mereka merasa bangga dapat berbagi kebahagiaan dengan para korban. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Minggu, dan sebagai bagian dari program sosial, Korpri melalui MAPAG (Musyawarah Pekerja Aparatur Garut) terus berupaya untuk memberikan bantuan kepada masyarakat, terutama bagi warga yang mengalami dampak signifikan dari bencana tersebut. Lebih lanjut, Ricky menjelaskan bahwa kehadiran seniman badut tidak hanya sekadar untuk menghibur, melainkan juga disertai dengan program "Korpri Berbagi" yang membagikan paket kebutuhan pokok. Harapannya, bantuan ini dapat meringankan beban hidup para korban gempa bumi di kawasan tersebut. Galih Yudhapraja, perwakilan dari MARAG, menambahkan bahwa kegiatan sosial ini merupakan bagian dari upaya pemulihan psikologis atau *trauma healing* bagi anak-anak. Ia menjelaskan bahwa acara hiburan ini bertujuan untuk menghadirkan kebahagiaan sehingga anak-anak dapat mendapatkan kembali rasa percaya diri dan semangat mereka dalam menjalani kegiatan sehari-hari. Galih juga berharap bahwa hiburan yang diberikan, termasuk kehadiran badut dan aktivitas lainnya, mampu memberikan dampak positif bagi anak-anak. Dengan semangat yang baru, diharapkan mereka dapat kembali bersekolah dan melanjutkan aktivitas normal mereka setelah mengalami trauma akibat gempa bumi. Camat Pasirwangi, Bambang Rudijanto, menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang ditunjukkan oleh Korpri dan MARAG. Ia berharap bahwa hiburan yang diberikan dapat menjadi stimulus pemulihan bagi anak-anak yang terdampak. Menurut Bambang, keberadaan hiburan ini diharapkan dapat memberikan dukungan dan motivasi bagi anak-anak untuk kembali bersekolah, terutama setelah pengalaman sulit akibat bencana yang melanda wilayah mereka. ANTARA