BANGKA BELITUNG –
**Borneonews - Koba, Bangka Tengah**, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah yang terletak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, saat ini tengah melaksanakan proyek pembangunan jalan desa dengan total anggaran mencapai Rp8 miliar. Pembangunan ini menjadi prioritas guna meningkatkan aksesibilitas dan perekonomian masyarakat setempat. Plt Bupati Bangka Tengah, Era Susanto, mengungkapkan bahwa proyek peningkatan jalan ini membentang sepanjang 3,7 kilometer yang menghubungkan Bukit Lesung dan Desa Cambai. Menurutnya, jalan ini sangat krusial sebagai sarana penghubung antar desa serta akses utama bagi warga dalam menjual hasil pertanian dan produk lokal. "Pengembangan jalan ini bukan hanya sekadar infrastruktur, tetapi juga menjadi pendorong bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat. Dengan insan yang lebih mudah menjangkau pasar, diharapkan pendapatan mereka pun meningkat," tuturnya. Era juga menambahkan bahwa kondisi jalan saat ini sudah cukup baik jika dibandingkan sebelumnya, yangmana terdapat beberapa titik di mana jalan mengalami kerusakan serius dengan lubang-lubang yang signifikan. Ia menekankan bahwa pembangunan infrastruktur jalan menjadi langkah awal yang penting untuk mencegah desa dari kondisi terisolasi. Dalam program jangka panjang, pemerintah daerah menargetkan semua jalan desa di Bangka Tengah akan berada dalam kondisi baik pada tahun 2025. Target ini merupakan bagian dari program pembangunan kawasan pedesaan yang lebih luas. "Untuk mencapai hasil tersebut, kami sangat berharap partisipasi masyarakat. Kami meminta agar warga menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan, terutama di area drainase jalan, agar tidak merusak aspal yang baru," jelasnya. Seorang warga Desa Cambai bernama Iwan menuturkan bahwa perbaikan jalan di Bukit Lesung sangat diperlukan. Menurutnya, kondisi jalan yang buruk sebelumnya telah lama menjadi keluhan masyarkat. Kini, dengan perbaikan yang telah dilakukan, warga dapat lebih mudah mengangkut hasil pertanian mereka untuk dijual, baik ke pasar maupun ke desa lain. "Saat ini, kondisi jalan sudah jauh lebih baik dan kami merasa sangat terbantu, karena anak-anak kami bisa lebih cepat memasarkan produk pertanian," tutup Iwan. ANTARA