MANADO –
**Borneonews - Manado**, Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, menyatakan bahwa selesainya pembangunan hunian tetap (huntap) untuk masyarakat yang terdampak abrasi di Teluk Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan, merupakan cerminan dari perhatian yang ditunjukkan oleh pemerintah. "Kita patut bersyukur atas selesainya pembangunan huntap yang telah diresmikan. Ini adalah representasi nyata dari kepedulian pemerintah," ungkap Gubernur Olly dalam sebuah kesempatan di Manado. Lebih lanjut, Olly menjelaskan bahwa proyek ini dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (*PUPR*) dan diyakini akan memberikan dampak positif bagi masyarakat yang terdampak. “Bagi mereka yang mengalami bencana, pembangunan huntap ini merupakan langkah yang sangat baik. Selain huntap, dua juga dilengkapi dengan fasilitas pendukung lainnya oleh pemerintah pusat dan semuanya berjalan dengan baik,” tambahnya. Dia juga menekankan bahwa penyelesaian pembangunan huntap tersebut tidak terlepas dari dukungan Wakil Gubernur Steven, yang saat ini sedang mengambil cuti karena mengikuti pemilihan kepala daerah. Wakil Gubernur Steven telah menghibahkan lahan yang kemudian dijadikan lokasi untuk pembangunan hunian tetap. "Dengan adanya hibah lahan dari Pak Steven, proses pembangunan dan relokasi dapat dipercepat. Usahanya ini sangat membantu dalam kelancaran kerja Kementerian PUPR," imbuh Gubernur Olly. Gubernur Olly juga menyoroti bahwa terdapat rencana pembangunan huntap bagi warga yang menjadi korban erupsi Gunung Ruang di Pulau Ruang, yang berlokasi di Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro) khususnya di Desa Modisi, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Ia berharap pembangunan huntap di Desa Modisi tersebut dapat diselesaikan dalam tahun ini. Pada pertengahan Juni 2022, bencana longsor menghantam pesisir pantai Amurang yang mengakibatkan kerusakan parah pada rumah warga, fasilitas umum, serta infrastruktur jalan dan jembatan. Sebagai dampaknya, banyak warga terpaksa mengungsi ke tempat penampungan sementara setelah rumah mereka terkikis oleh gelombang air laut. Beberapa waktu kemudian, mereka dapat menempati hunian sementara yang disediakan sembari menunggu konstruksi hunian tetap dari Kementerian PUPR. Setelah peristiwa abrasi tersebut, Kementerian PUPR melakukan pembangunan sebanyak 114 unit huntap di Desa Rumoong Bawah, Kecamatan Amurang Barat, Kabupaten Minahasa Selatan. ANTARA