**Borneonews - Kabupaten Bogor**, Pelatih Persis Solo, Yogie Nugraha, mengungkapkan rasa kecewanya terkait kebutuhan timnya untuk melakukan pergantian pemain lebih awal dalam pertandingan melawan Semen Padang. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, berakhir imbang 0-0.
Dalam laga tersebut, Yogie terpaksa menarik keluar dua pemain, yaitu Eduardo Lecke Kunde dan Ricardo Lima, lebih cepat dari jadwal. Tindakan tersebut diambil karena keduanya mengalami cedera. Eduardo Kunde digantikan oleh Mochamad Zaenuri pada menit ke-40, sedangkan Ricardo Lima digantikan oleh Ripal Wahyudi pada menit ke-51.
Dengan keluarnya kedua pemain tersebut, Yogie dihadapkan pada tantangan untuk menyesuaikan strategi tim selama sisa pertandingan. Ia mengakui bahwa situasi ini di luar harapannya dan tidak sesuai dengan rencananya untuk babak kedua.
Keadaan ini di luar ekspektasi kami; kami harus mengganti dua pemain, Kunde dan Lima, dan itu bukanlah bagian dari rencana saya. Saya sudah menyiapkan taktik untuk babak kedua. Namun, situasi memaksa saya untuk menerima kenyataan ini, jelas Yogie dalam konferensi pers usai pertandingan.
Dia juga menyatakan bahwa meskipun hasil imbang bukanlah hal yang buruk, timnya tetap harus bersyukur dan berharap untuk dapat tampil lebih baik di pertandingan berikutnya. Yogie yang baru menggantikan posisi Milomir Seslija beberapa hari sebelumnya mengungkapkan pentingnya hasil positif untuk meningkatkan motivasi tim.
Meskipun hasilnya diakui oleh Yogie, ia membantah anggapan bahwa timnya kurang tajam dalam serangan. Ia menilai bahwa Persis telah menciptakan beberapa peluang berbahaya, meskipun peluang tersebut belum bisa diubah menjadi gol.
"Kami menciptakan banyak peluang. Mungkin hari ini keberuntungan tidak berpihak kepada kami. Para pemain sudah bekerja keras dan skema permainan yang diterapkan sudah tepat, tetapi seperti yang saya katakan, di babak kedua kami memiliki serangan yang sudah direncanakan. Namun, dengan regulasi pergantian pemain yang membatasi, kami harus beradaptasi dengan situasi dua pemain cedera ini, tambahnya.
Hasil imbang ini masih belum cukup untuk memperbaiki posisi Persis di papan klasemen sementara Liga 1, yang saat ini menempatkan Laskar Sambernyawa pada posisi ke-15 dengan total empat poin. Salah satu penyebab kegagalan Persis meraih kemenangan adalah ketidakmampuan pemain penyerang mereka dalam memanfaatkan peluang dengan baik. Moussa Sidibe, yang biasanya menjadi ancaman bagi lawan, kali ini terpantau tidak dapat berkontribusi maksimal karena markah ketat dari pemain Semen Padang.
Mengenai Sidibe, itu hal yang wajar. Bukan hanya Sidibe, Sananta juga mengalami hal yang sama. Kualitas para pemain pun relatif setara. Saya tidak melihat perbedaan yang signifikan di antara mereka. Jadi, wajar jika Sidibe mendapat tekanan yang tinggi, tutup Yogie.
ANTARA
Pelatih Persis Mengevaluasi Pergantian Pemain dan Hasil Imbang
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kabinda Kalteng Ajak Tokoh Agama Edukasi Masyarakat Bijak Bermedia Sosial
Hari Santri Nasional Momentum Perkuat Komitmen Cetak Generasi Emas
Polda Kalteng Lakukan Penanaman Pohon di Bekas Lokasi Karhutla, Wujudkan Green Policing
Kebakaran di Sungai Andai Banjarmasin, Dua Rumah Terdampak
BPBD Kapuas Sampaikan Duka atas Meninggalnya Warga yang Kerap Bantu Padamkan Karhutla
Seorang Pria Meninggal Dunia Saat Salat Jum'at di Masjid Al Hidayah Banjarmasin
Komentar (0)
Memuat komentar…







