PALEMBANG –
**Borneonews - Palembang**, Kabupaten Banyuasin tercatat sebagai salah satu wilayah yang memiliki kontribusi signifikan dalam sektor perikanan, khususnya dalam produksi ikan patin. Menurut informasi terkini, daerah ini berada di posisi kedua sebagai penghasil ikan patin terbesar di Provinsi Sumatera Selatan, setelah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur. Produksi ikan patin di Banyuasin mencapai angka sekitar 1.200 ton setiap bulannya. Jika dihitung berdasarkan asumsi harga ikan sebesar Rp18.000 per kilogram, nilai total produksinya dapat mencapai sekitar Rp21 miliar. Hal ini diungkapkan oleh Penjabat Bupati Banyuasin, Muhammad Farid, dalam sebuah pernyataan yang disampaikan di Pangkalan Balai beberapa waktu yang lalu. Lebih lanjut, Farid menambahkan bahwa Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia telah menetapkan Sumatera Selatan sebagai provinsi yang menyuplai produksi ikan patin tertinggi di tingkat nasional. Dalam konteks ini, Kabupaten Banyuasin khususnya, diakui sebagai penghasil ikan patin terbesar kedua di provinsi yang terdiri dari 17 kabupaten dan kota tersebut, setelah OKU Timur. Mayoritas ikan patin yang dihasilkan di Kabupaten Banyuasin berasal dari Desa Sungai Rengit. Desa ini memiliki luas area perikanan budidaya sekitar 200 hektare, dan ada potensi untuk meningkatkan produksi ikan karena total luas area yang dapat dimanfaatkan mencapai 400 hektare. Untuk memaksimalkan pengelolaan lahan yang saat ini belum dimanfaatkan secara optimal, pemerintah pusat memberikan berbagai bentuk bantuan. Bantuan tersebut termasuk satu unit alat berat dalam bentuk *excavator*, mesin untuk mencetak pelet terapung, serta bantuan benih dan calon indukan unggul kepada masyarakat Desa Sungai Rengit. Dengan potensi yang cukup besar dalam bidang perikanan budidaya, Desa Sungai Rengit telah ditetapkan sebagai kampung perikanan budidaya patin. Penetapan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan usaha perikanan budidaya di Kabupaten Banyuasin, seperti yang diungkapkan oleh Pj Bupati Farid. ANTARA