BANGKA BELITUNG –
**Borneonews - Manggar, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung** - Pimpinan Sementara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Belitung Timur, Fezzy Uktolseja, telah memberikan perhatian serius terhadap permasalahan maraknya anjing liar yang berkeliaran di ruang publik wilayah tersebut. Fenomena ini telah menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat, dan beberapa warga bahkan telah melaporkan kekhawatiran mereka secara langsung kepadanya. Fezzy menegaskan bahwa kondisi ini menjadi salah satu keluhan utama yang disampaikan oleh masyarakat, terutama menyangkut keselamatan saat beraktivitas di luar rumah. Ia mengungkapkan bahwa anjing liar semakin sering dijumpai di lokasi-lokasi strategis, seperti pasar, area wisata, serta di sepanjang jalan yang dilalui warga sehari-hari. Menurut penuturannya, banyak masyarakat yang terbiasa melakukan aktivitas seperti berjalan kaki dan berolahraga pagi, merasa terganggu dengan keberadaan anjing liar tersebut. Hal ini berpotensi membahayakan, baik bagi keselamatan individu mau pun menciptakan suasana yang tidak nyaman di lingkungan sekitar. Fezzy menjelaskan lebih lanjut bahwa masalah anjing liar tidak bisa dipandang sepele. Pasalnya, dampak dari keberadaannya cukup luas, khususnya terhadap keselamatan publik dan citra wilayah sebagai destinasi wisata. Ia khawatir jika situasi ini tidak segera ditangani, wisatawan yang berkunjung dan ingin berolahraga di pagi hari dapat menghadapi risiko dan ketidaknyamanan akibat kehadiran anjing-anjing tersebut. Oleh karena itu, dirinya berharap agar pemerintah daerah, melalui dinas yang berwenang, segera mengambil langkah-langkah strategis untuk menangani masalah anjing liar. Diharapkan ada tindakan konkret, seperti penangkapan dan penampungan hewan-hewan tersebut di lokasi yang aman. Fezzy menggarisbawahi pentingnya solusi yang cepat dan efektif demi keamanan serta kenyamanan masyarakat. “Tindakan tersebut harus segera dilakukan agar situasi menjadi lebih baik,” tuturnya. ANTARA