JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Tiga anak perusahaan terafiliasi dengan Grup Sentosa Laju Sejahtera (SLS) berkomitmen untuk menerapkan transformasi bisnis yang berwawasan lingkungan dalam sektor pertambangan. Komitmen ini menjadi jelas saat mereka menghadiri acara *gathering* bertema *Green Mobility and Its Infrastructure* yang diselenggarakan di Surabaya, Jawa Timur, pada Sabtu (28/9). Dalam pertemuan ini, para perwakilan dari ketiga perusahaan menguraikan langkah-langkah nyata yang diambil untuk mendukung inisiatif pemerintah Indonesia dalam mencapai target emisi nol bersih pada tahun 2060. Upaya tersebut meliputi pemanfaatan kendaraan listrik (*electric vehicle* atau EV) serta pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan. Ketiga anak perusahaan tersebut meliputi PT Traktor Teknik Nusantara (Traktek), yang fokus pada penyediaan alat berat, pelumas, generator, dan suku cadang; PT Artha Satya Karunia (ASK), yang bergerak di bidang logistik dan transportasi; serta PT Sentosa Welindo Group (SWG), yang beroperasi sebagai kontraktor umum dan dalam bidang rekayasa teknik (*technical engineering*). Direktur Utama PT Traktor Teknik Nusantara, Dian Sanjaya Guudtralim, mengungkapkan bahwa perusahaan sudah mulai bersiap untuk menjadi *dealer* kendaraan tambang berbasis EV. Selain itu, ASK juga menggali potensi menjalankan layanan transportasi dan logistik menggunakan kendaraan listrik. Dian menjelaskan bahwa mereka sedang merencanakan pengadopsian unit truk EV yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Dian juga menyampaikan bahwa mereka menawarkan alternatif kendaraan listrik generasi baru yang memiliki daya saing tinggi serta mampu mengurangi jejak karbon secara signifikan. Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Artha Satya Karunia, Chedie Putra Hardiyanto, menjelaskan bahwa ASK telah melangsungkan berbagai terobosan dalam bisnis yang lebih bersahabat dengan lingkungan. Salah satu inovasi utama adalah kolaborasi dengan Electrum dalam pengembangan sistem pertukaran baterai untuk motor EV. Lebih lanjut, Chedie menjelaskan bahwa pihaknya telah menerapkan teknologi *vehicle-to-grid* (V2G), yang memungkinkan kendaraan listrik untuk berfungsi sebagai penyimpan energi dan mengirimkan kembali listrik ke jaringan. Sedangkan, Tiarvando, Direktur Utama PT Sentosa Welindo Group, mengatakan SWG juga berperan aktif dalam pengembangan infrastruktur ramah lingkungan, khususnya di kawasan tambang dan dalam proyek-proyek yang mereka kerjakan, termasuk di Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur. Ia menambahkan, perusahaan sedang merancang area komersial di IKN yang akan menerapkan konsep bangunan berkelanjutan. Bangunan ini diharapkan menggunakan panel surya dan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) untuk memenuhi kebutuhan listrik, serta memanfaatkan material bangunan dengan konsumsi energi dan jejak karbon yang rendah (*low embodied carbon*). Ketiganya menyadari bahwa adopsi bisnis hijau ini dihadapkan pada berbagai tantangan, termasuk dalam hal pendanaan, keterbatasan infrastruktur, dan kekhawatiran terkait performa serta keandalan kendaraan listrik di lingkungan pertambangan yang ekstrem. Namun, Grup SLS optimis dalam mengatasi berbagai rintangan tersebut dengan menjalin kerjasama dengan penyedia teknologi serta instansi pemerintah. Melalui acara *gathering* ini, mereka berharap dapat memotivasi para pelaku industri pertambangan untuk menerapkan praktik yang lebih ramah lingkungan. Tiarvando menegaskan bahwa tema *Green Mobility and Its Infrastructure* memiliki potensi besar untuk mengubah pola praktik industri pertambangan kearah yang lebih berkelanjutan. Di masa mendatang, ketiga perusahaan berkomitmen untuk lebih fokus pada integrasi energi terbarukan ke dalam operasi mereka. Langkah ini mencakup kemitraan dengan perusahaan energi lainnya dan kolaborasi dengan perusahaan rintisan (*start-up*) untuk mengembangkan teknologi yang lebih efisien. Dian Sanjaya Guudtralim menambahkan, Traktek dan SWG juga akan menyediakan solusi baterai *second life* untuk kendaraan listrik yang dapat menggantikan *genset* sebagai sumber listrik alternatif, yang dikenal dengan sebutan *powerwall*. Sentosa Laju Sejahtera (SLS) merupakan sebuah *holding company* yang fokus pada jasa kontraktor pertambangan serta penyewaan alat berat. Perusahaan ini memiliki beberapa anak perusahaan yang terlibat dalam kegiatan tambang, seperti konsesi batu bara dan nikel, serta sektor non-tambang yang mencakup Traktek, ASK, dan SWG. ANTARA