BANDUNG –
**Borneonews - Bandung**, Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Triadi Machmudin, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang kini memasuki fase transisi dari musim panas ke musim hujan, atau yang dikenal sebagai *pancaroba*. Pernyataan ini disampaikan Bey menyusul posisi Jawa Barat yang merupakan daerah dengan risiko tinggi terhadap bencana, seperti banjir bandang dan tanah longsor. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk lebih waspada sebagai langkah proaktif untuk mencegah terjadinya korban jiwa. "Selalu tetap waspada. Bukan hanya karena *pancaroba*, tapi Jawa Barat juga rawan bencana lainnya," ungkap Bey Machmudin dalam keterangan resminya di Bandung. Beberapa waktu yang lalu, wilayah Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut mengalami gempa yang mengakibatkan kerusakan pada ribuan rumah serta melukai sejumlah orang. Menyiasati kondisi ini, Bey menegaskan pentingnya sosialisasi yang berfokus pada mitigasi bencana. Ia menjelaskan bahwa dengan memahami langkah-langkah mitigasi yang tepat, masyarakat dapat menekan angka korban jiwa saat bencana alam terjadi. Misalnya, saat terjadi gempa, masyarakat perlu tahu cara untuk bereaksi cepat agar mereka dapat menyelamatkan diri dari risiko runtuhnya bangunan yang mengancam. "Ini perlu dilakukan melalui sosialisasi yang baik. Penting bagi masyarakat untuk mengetahui lokasi aman saat bencana terjadi. Semakin kita memasuki periode ini, semakin hati-hati kita perlu bersikap," tegasnya. Dengan peningkatan kesadaran dan pengetahuan akan mitigasi bencana, diharapkan masyarakat dapat menghadapi kemungkinan bencana alam dengan lebih baik dan aman. ANTARA