**Borneonews - Tulungagung**, Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, baru-baru ini melakukan penyaluran bantuan berupa pupuk yang berasal dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT). Bantuan ini ditujukan kepada ratusan petani tembakau di wilayah tersebut, terutama di tengah menyusutnya harga tembakau yang telah terjadi beberapa pekan terakhir.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung, Suyanto, menyatakan bahwa selain memberikan bantuan pupuk, pihaknya juga menyediakan alat pertanian serta penyuluhan untuk para petani tembakau. Semua dukungan ini bersumber dari dana yang dialokasikan untuk cukai hasil tembakau. Saat ini, terdapat sekitar 1.251 hektare lahan tembakau yang tersebar di lima kecamatan, sebuah peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan tahun lalu, di mana luas lahan tembakau hanya kurang dari 1.000 hektare.
Suyanto menjelaskan bahwa musim panen tembakau baru saja dimulai, dan diharapkan akan berlangsung pada bulan Oktober mendatang. Diperkirakan, setiap hektare lahan tembakau dapat menghasilkan sekitar 1,6 hingga 1,7 ton tembakau kering. Varietas tembakau yang paling umum ditanam di wilayah ini adalah jenis *gagrak sidi*.
Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Tulungagung, Nurhadi, menyatakan bahwa keadaan saat ini menyebabkan kecemasan di kalangan petani. Penurunan harga tembakau dibandingkan tahun lalu menjadi salah satu kekhawatiran utama. Meskipun demikian, Nurhadi menjelaskan bahwa penurunan harga ini tidak berakibat merugikan petani secara langsung, melainkan hanya mengurangi tingkat keuntungan yang mereka dapatkan.
Salah satu faktor penyebab penurunan harga tembakau adalah melimpahnya stok yang tersedia di pasaran, dengan beberapa daerah di luar Tulungagung sudah melaksanakan panen raya. Hal ini menyebabkan tembakau dari daerah lain, seperti Magetan dan Jombang, masuk ke Tulungagung. Menurut Suyanto, tembakau yang masuk ke Tulungagung masih dalam bentuk daun, yang nantinya akan diolah oleh pengepul tembakau di daerah tersebut.
Harga tembakau daun saat ini berkisar antara Rp6.000 hingga Rp7.000 per kilogram, sementara pada tahun sebelumnya harga itu bisa mencapai Rp8.000 hingga Rp9.000 per kilogram. Untuk tembakau rajangan kering, harga yang berlaku adalah antara Rp70.000 hingga Rp75.000 per kilogram, menurun dari harga sebelumnya yang berkisar Rp85.000 hingga Rp90.000 per kilogram. Begitu pula untuk daun rajangan basah, yang saat ini dijual dengan harga Rp10.000 hingga Rp11.000 per kilogram, turun dari harga Rp12.000 hingga Rp14.000 per kilogram yang berlaku tahun lalu. Nurhadi menambahkan bahwa daerah-daerah sentra tembakau lainnya juga telah mulai melakukan panen.
ANTARA
Bantuan Pupuk Diberikan untuk Petani Tembakau di Tulungagung
Bagikan:

SURABAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Pelatih Minta Persebaya Bermain Agresif saat Hadapi Madura United
Komentar (0)
Memuat komentar…







