JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Pertarungan yang sangat dinantikan antara Pelita Jaya Jakarta dan Satria Muda Pertamina Jakarta akan terjadi dalam Final IBL All Indonesian 2024. Pertandingan ini menyusul kemenangan Pelita Jaya atas Prawira Harum Bandung dengan skor 69-63 pada semifinal yang dilaksanakan di Hall Basket Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, pada hari Minggu lalu. Dalam laga yang berlangsung ketat ini, Pelita Jaya menunjukkan performa solid meskipun harus menghadapi perlawanan sengit dari Prawira. Di babak pertama, Pelita Jaya berhasil unggul dengan kelebihan 13 poin, mencatatkan skor 35-22. Namun, Prawira yang dipimpin oleh Yudha Saputera berusaha bangkit dengan penampilan yang sangat mengesankan. Pada kuarter ketiga, Yudha Saputera menjadi bintang lapangan bagi Prawira, mencetak 14 dari total 17 poin yang diraih timnya. Meskipun Prawira berjuang untuk mengejar ketertinggalan, Pelita Jaya tetap memimpin dengan skor 50-39 pada akhir kuarter ketiga. Ketegangan semakin meningkat pada kuarter terakhir. Pelita Jaya yang semula unggul 14 poin mulai tertekan oleh performa gemilang Yudha Saputera, yang secara bertahap berhasil membawa timnya kembali ke dalam permainan. Puncak ketegangan terjadi saat Yudha berhasil melakukan tembakan tiga angka, sementara Pelatih Pelita Jaya, Johannis Winar, menerima *technical foul*. Yudha Saputera kemudian menambahkan poin dari layup, dan disusul oleh David Nuban yang menyarangkan tembakan tiga angka. Dengan demikian, Prawira berhasil menyamakan kedudukan menjadi 56-56 dalam waktu lima menit tersisa. Tim Prawira bahkan sempat memimpin dengan skor 57-56 setelah Yudha mendapatkan satu poin dari lemparan bebasnya. Namun, Pelita Jaya menunjukkan ketenangan di tengah tekanan. Agassi Goantara tampil sebagai pahlawan dengan mencetak empat poin penting, mengembalikan keunggulan timnya menjadi 62-59. Dengan 56 detik tersisa di waktu pertandingan, sebuah tembakan tiga angka dari Vincent Kosasih mengunci kemenangan Pelita Jaya atas Prawira. Brandon Jawato menjadi bintang dalam pertandingan tersebut dengan mencetak 18 poin dalam 26 menit. Agassi Goantara turut berkontribusi dengan 14 poin, sementara Vincent Kosasih menambahkan 13 poin, dengan kontribusi signifikan terutama di kuarter terakhir. Brandon Jawato mengungkapkan, “Kami datang di pertandingan ini dengan mentalitas bertahan, dan itu membantu kami memenangi laga. Menghadapi Satria Muda, kami akan kembali berusaha tampil defensif yang baik. Kami penuh percaya diri untuk meraih gelar juara.” Di pihak Prawira, Yudha Saputera menunjukkan performa luar biasa dengan mencetak 29 poin, 23 di antaranya dicetak pada babak kedua. Meskipun demikian, usaha kerasnya tidak cukup untuk membawa Prawira melangkah ke final. David Nuban juga berkontribusi dengan 17 poin, tetapi Prawira harus rela bertanding untuk perebutan tempat ketiga melawan Dewa United Banten pada hari Sabtu mendatang. Dengan hasil ini, Pelita Jaya akan berhadapan dengan rival abadinya, Satria Muda Pertamina Jakarta, dalam final IBL All Indonesian 2024. Pertandingan final ini akan digelar dalam format *best-of-three* dan diprediksi akan menjadi duel yang sangat seru antara dua tim besar yang telah beberapa kali bertemu di arena final sebelumnya. Pertandingan final terakhir di antara kedua tim terjadi pada musim IBL 2024, di mana Pelita Jaya meraih kemenangan dalam laga yang sangat ketat. ANTARA