JAKARTA –
**Borneonews - Lombok Tengah**, Menteri Pemuda dan Olahraga, Ario Bimo Nandito Ariotedjo, menegaskan keyakinannya bahwa pembalap Moto2, Mario Aji, akan berhasil naik kelas ke *MotoGP* pada tahun 2026. Pernyataan tersebut disampaikan saat acara di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, pada hari Minggu. Dito, demikian ia akrab disapa, mengajak semua pihak untuk menantikan prestasi Mario Aji di *MotoGP* dua tahun mendatang. Ia menyatakan, “Mari kita nantikan dua tahun lagi. Mario Aji di *MotoGP* tahun 2026.” Saat ini, Mario Aji tengah berkompetisi di kelas Moto2 bersama tim Idemitsu Honda Team Asia. Dalam catatan kariernya, pembalap berusia 20 tahun ini memulai debutnya di *Moto3* pada tahun 2021. Selama tiga musim di kelas tersebut hingga 2023, dia berhasil mengumpulkan sembilan poin dari 41 seri balapan. Saat ini, di tahun 2024, Mario Aji menduduki posisi ke-28 dari 36 pembalap di klasemen Moto2, setelah meraih tiga poin dari 14 balapan. Di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Mario berhasil finis di posisi ke-18 pada salah satu balapan Moto2 2024. Harapan untuk melihat pembalap Indonesia di *MotoGP* pada tahun depan pun disampaikan Dito, "Semoga nanti pada tahun 2026 sudah ada pembalap dari Indonesia di *MotoGP*." Dito menyatakan bahwa kehadiran pembalap Indonesia di kompetisi international merupakan salah satu dampak dari penyelenggaraan *MotoGP* di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika. Dia juga menegaskan bahwa Grand Prix of Indonesia di sirkuit tersebut akan tetap dilaksanakan. Lebih lanjut, Dito mengungkapkan bahwa Presiden Joko Widodo telah memberikan persetujuan mengenai rencana tersebut. Pembiayaan untuk kegiatan *MotoGP* di Mandalika nantinya akan dipenuhi melalui Indonesia Quality Tourism Fund (IQTF). "Tahun depan seharusnya sudah bisa menggunakan tourism fund itu," tambahnya. IQTF merupakan program pengembangan pariwisata yang dirancang dengan menggunakan dana abadi senilai Rp2 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2025. Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, menekankan bahwa pemanfaatan dana dari IQTF harus melalui izin dari Presiden. ANTARA