**Borneonews - Pamekasan**, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Kepolisian Resor (Polres) Pamekasan, yang terletak di Jawa Timur, menjalin kolaborasi untuk menyalurkan bantuan air bersih kepada sejumlah desa yang mengalami dampak serius akibat kekeringan selama musim kemarau ini.
Kepala Subbagian Humas Polres Pamekasan, AKP Sri Sugiharto, menyatakan bahwa kerja sama ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat dan memenuhi kebutuhan mereka akan air bersih. Dia menjelaskan bahwa pola distribusi bantuan dilakukan secara terorganisir, berdasarkan wilayah kecamatan.
Sebagai contoh, ketika bantuan air bersih akan disalurkan ke Kecamatan Tlanakan, Polsek Tlanakan akan menjadi mitra dari Pemkab Pamekasan. Hal yang sama juga berlaku untuk polsek lainnya di 13 kecamatan yang ada di Kabupaten Pamekasan. Sri Sugiharto menambahkan bahwa masing-masing polsek berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Pamekasan dalam usaha ini.
Berdasarkan informasi dari BPBD, terdapat sekitar 75 desa yang kini menghadapi masalah kekeringan dan kekurangan air bersih, yang tersebar di sepuluh kecamatan. Akhmad Dhofir Rosidi, Pelaksana Tugas Kepala BPBD, menjelaskan bahwa jumlah desa terpapar kekeringan tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu yang tercatat sebanyak 72 desa.
Kekeringan yang terjadi di Pamekasan dikelompokkan menjadi dua jenis: *kekeringan langka* dan *kekeringan kritis*. Kekeringan kritis ditandai saat pemenuhan air di desa mencapai lebih dari 10 liter per orang per hari, dengan jarak yang harus ditempuh masyarakat untuk mendapatkan air bersih mencapai 3 kilometer atau lebih. Sementara itu, *kekeringan langka* ditandai oleh kebutuhan air yang kurang dari 10 liter per orang per hari, dengan jarak ke sumber air terdekat berkisar antara 0,5 hingga 3 kilometer.
Dalam upaya penyaluran air bersih, BPBD Pemkab Pamekasan juga menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) Pamekasan. "Pendistribusian air bersih ini menerapkan berbagai pola, di samping metode lain yang dapat membantu mengatasi permasalahan ini," ungkap Penjabat Bupati Pamekasan, Masrukin.
Salah satu langkah alternatif adalah pembangunan sanitasi rumah tangga. Masrukin menjelaskan bahwa tahun ini Pemkab Pamekasan melaksanakan pembangunan sanitasi rumah tangga di 16 lokasi dengan total anggaran yang dianggarkan mencapai lebih dari Rp6,5 miliar. Program ini bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) 2024 yang merupakan bantuan dari pemerintah pusat.
Fasilitas sanitasi akan dibangun di sejumlah desa, termasuk Desa Bandaran, Gugul, dan Terak di Kecamatan Tlanakan; Desa Bulai di Kecamatan Galis; Desa Panaguan di Kecamatan Larangan; serta beberapa desa di kecamatan lainnya. Dia menyebutkan bahwa setiap titik di desa tersebut akan mendapat anggaran antara Rp407 juta hingga Rp414 juta, dan proyek ini masih dalam tahap pelaksanaan saat ini.
ANTARA
Pemkab dan Polres Pamekasan Salurkan Bantuan Air Bersih ke Desa Terdampak
Bagikan:

SURABAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Pelatih Minta Persebaya Bermain Agresif saat Hadapi Madura United
Razia Narkoba, 32 Sopir Angkutan Batubara di Barito Timur Jalani Tes Urine
Komentar (0)
Memuat komentar…







