PADANG –
**Borneonews - Agam**, Pemerintah Nagari di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, baru-baru ini menggelar kompetisi yang menarik perhatian wisatawan, yakni lomba pacu *biduak* dan *manangkok rinyuak*, yang merupakan aktivitas balap sampan dan menangkap ikan rinuak di Danau Maninjau. Kegiatan ini diharapkan dapat menjaga kearifan lokal serta menarik lebih banyak pengunjung ke daerah tersebut. Wali Nagari Sungai Batang Ahsin, yang berlokasi di Lubuk Basung, mengungkapkan bahwa acara ini berhasil terlaksana berkat kerjasama yang solid dari komunitas pemuda-pemudi setempat, di mana kampung tersebut merupakan tempat kelahiran Buya Hamka, seorang tokoh penting dalam sejarah Indonesia. Kerjasama yang terbentuk antara anak-anak nagari dari tujuh jorong, yang setara dengan tingkat RW, semakin memperkuat usaha untuk menyelenggarakan acara akbar di danau vulkanik yang terkenal ini. Ia menekankan pentingnya pemberdayaan pemuda sebagai pilar utama dalam memajukan nagari, dan menyatakan komitmen untuk terus mendorong desa budaya dan desa wisata nasional menjadi sumber kesejahteraan bagi masyarakat setempat. Selain itu, ia menjelaskan bahwa pacu *biduak* dan *manangkok rinyuak* adalah tradisi yang telah ada lama di kawasan Danau Maninjau dan merupakan bagian dari warisan budaya yang harus dilestarikan. Setelah sempat terhenti pada tahun 2019-2020 karena pandemi COVID-19, lomba ini kembali diselenggarakan setelah empat tahun vakum. Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan budaya masyarakat di sekitar Danau Maninjau dan sekaligus untuk menarik perhatian wisatawan. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dari upaya masyarakat dalam menjaga kearifan lokal dan nilai-nilai gotong royong. Diharapkan, kompetisi ini dapat menarik kunjungan wisatawan yang lebih banyak ke Danau Maninjau, yang dikenal akan keindahannya. Dedi Asmar, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Agam, memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan lomba pacu *biduak* dan *manangkok rinyuak* di Sungai Batang. Ia menilai bahwa pelestarian budaya lokal di lokasi yang indah ini sangat tepat, terlebih lagi karena tempat tersebut memiliki pemandangan yang menakjubkan dan bebas dari keramba jaring apung. Dedi juga menambahkan bahwa banyak atraksi budaya lainnya dapat dilaksanakan di tempat itu, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Ia menyatakan komitmen Pemerintah Kabupaten Agam untuk terus mendukung pengembangan kegiatan atraksi di lokasi tersebut di masa mendatang. ANTARA