JAKARTA –
**Borneonews - Beirut**, Kelompok militan Hizbullah yang berbasis di Lebanon telah mengonfirmasi bahwa salah satu komandan utamanya, Nabil Qaouk, telah gugur akibat serangan udara yang dilancarkan oleh Israel. Insiden tragis ini dilaporkan terjadi pada hari Sabtu, 28 September, di kawasan Chiyah, yang terletak di bagian selatan kota Beirut. Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Hizbullah, dikatakan bahwa Qaouk kehilangan nyawanya saat serangan tersebut terjadi. Tentara Israel sebelumnya mengklaim bahwa mereka berhasil menewaskan Qaouk, yang dianggap sebagai pemimpin unit keamanan preventif organisasi ini. Sejak tanggal 23 September, Israel telah melancarkan serangkaian serangan udara ke wilayah Lebanon, dengan alasan untuk menyerang posisi-posisi yang dianggap sebagai target Hizbullah. Menurut laporan dari Kementerian Kesehatan Lebanon, serangan ini mengakibatkan tewasnya setidaknya 816 orang dan lebih dari 2.500 orang lainnya mengalami luka-luka. Tidak hanya Qaouk, pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah, serta sejumlah komandan lainnya juga dikabarkan tewas dalam serangan udara yang dilaksanakan oleh Israel pada hari Jumat, 27 September yang lalu. Situasi ini menjadi semakin rumit dengan adanya konflik yang melibatkan Hizbullah dan Israel, yang telah berlangsung seiring dengan meningkatnya ketegangan setelah gempuran yang terjadi di Gaza. Sejak serangan besar-besaran oleh Hamas yang dimulai pada 7 Oktober, konflik ini telah mengakibatkan hampir 41.600 korban jiwa, mayoritas dari mereka adalah perempuan dan anak-anak. Dalam konteks ini, komunitas internasional mengungkapkan kekhawatirannya bahwa serangan yang dilakukan oleh Israel di Lebanon dapat menyulut konfrontasi lebih luas, sehingga berpotensi berubah menjadi perang yang melibatkan banyak negara di kawasan tersebut. ANTARA