BORNEONEWS, Kobar - Biarpet listrik kembali menghantui warga Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Dalam 24 jam belakangan ini, dua kali padam listrik terjadi di Kobar. Yakni, pemadaman listrik total atau blackout Kamis (11/8/2016) malam dan sebagian Jumat (12/8/2016) siang, lalu berulang lagi Jumat petang. 

Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Pangkalan Bun, menyebut kelistrikan di Kobar terbilang masih sangat dinamis alias rentan mengalami gangguan. Selain gangguan eksternal, beberapa pembangkit listrik pemasok daya PLN mengalami kendala operasi dan juga akan mengalami pemeliharaan.

Manager PLN Rayon Pangkalan Bun, Purwanto, menjelaskan, padam listrik total pada Kamis malam lalu terjadi akibat adanya gangguan fisik berupa ranting pohon yang menyentuh atau menempel pada isolator dan travers di jaringan listrik jalur interkoneksi. Lokasinya di areal Pangkalan TNI AU Iskandar. Sedangkan padam listrik sebagian yang terjadi pada Jumat siang, diakibatkan atas adanya kendala dalam operasi produksi listrik di salah satu pembangkit listrik pemasok daya PLN.

"Penyebab padam total Kamis malam itu, ditemukan ranting yang menempel di isolator dan travers di area AURI. Sedangkan Jumat siang, itu padam listrik sebagian saja. Karena PT KTH (Korintiga Hutani) mengalami permasalahan bahan bakar. Sehingga harus melakukan pengurangan beban sebentar," terang Pruwanto, Jumat (12/8/2016).

Selain kendala di jaringan dan di PT KTH, Purwanto mengungkapkan, saat ini pembangkit listrik penyuplai daya PLN lainnya, tengah  menjalani pemeliharaan mesin. Pemeliharaan di pembangkit PT MAK itu mengakibatkan kekurangan daya mampu sebesar 2,8 megawatt (MW). Namun, dari estimasi daya mampu yang dimiliki Kobar, pemeliharaan mesin PT MAK itu tidak mengakibatkan perlunya pemadaman listrik secara bergilir di Kobar.

"Total daya mampu saat ini 28,9 MW dan beban puncak daya listrik 31 MW. Tapi daya mampu masih aman, cukup kita kurangi di pelanggan besar. Memang masih dinamis. Karena PLTU PT EEEI juga sudah harus pemeliharaan juga. Sudah ditunda beberapa kali," kata Purwanto. (RD/N).