JAKARTA –
**Borneonews - Florida**, Korban jiwa akibat Badai Helene yang melanda kawasan pesisir Negara Bagian Florida, Amerika Serikat, telah mencapai angka 52 orang per Sabtu, 29 September. Badai yang tergolong Kategori 4 ini datang dengan kecepatan angin yang mencapai 225 kilometer per jam, menimbulkan kerusakan yang sangat parah di daerah yang dilaluinya. Kerusakan yang disebabkan oleh Badai Helene sangat signifikan, mempengaruhi ribuan orang. Hingga saat ini, jutaan orang masih bergulat dengan pemadaman listrik yang diakibatkan oleh badai tersebut. Menurut informasi dari Pusat Badai Nasional AS, dampak dari badai ini diperkirakan akan terus berlanjut sepanjang akhir pekan, menambah permasalahan yang dihadapi oleh penduduk setempat. Para ahli memperkirakan bahwa Badai Helene dapat berpotensi menyebabkan kerugian yang sangat besar, berkisar antara 15 miliar dolar AS (sekitar Rp227,1 triliun) hingga 26 miliar dolar AS (sekitar Rp393,6 triliun) di wilayah tenggara Amerika Serikat. Dampak dari badai ini tidak hanya dirasakan di Florida saja, tetapi juga meluas ke negara bagian lain seperti Georgia, South Carolina, North Carolina, dan Tennessee. Di Florida, lebih dari 1,2 juta rumah dan bisnis terkena dampak pemadaman listrik, menunjukkan besaran kerusakan yang diakibatkan oleh badai. Di Georgia, jumlah rumah dan bisnis yang mengalami pemadaman juga tidak kalah besar, mencapai 1 juta. South Carolina melaporkan pemadaman pada 1,3 juta rumah, sementara di North Carolina, sebanyak 600.000 rumah dan usaha terpaksa mengalami hal serupa. Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi otoritas setempat dan pemerintah, serta menuntut upaya tanggap darurat yang cepat untuk mengatasi krisis yang ditimbulkan akibat Badai Helene. ANTARA