JAKARTA –
**Borneonews - Roma**, Italia menyatakan kesiapan untuk mengirimkan pasukan ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai upaya untuk mendukung pembentukan negara Palestina. Negara ini berkomitmen untuk membantu proses tersebut, dengan syarat Palestina diakui oleh Israel dan sebaliknya, seperti yang dilaporkan oleh Anadolu pada hari Minggu. Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Italia, *Avvenire*, Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani, menjelaskan bahwa terdapat dua entitas pemerintahan yang berbeda di wilayah Gaza dan Tepi Barat. Hal ini menegaskan bahwa tidak ada satu pemerintahan yang utuh yang mewakili Palestina secara keseluruhan. "Tujuan kami adalah untuk memfasilitasi integrasi ini, mungkin untuk jangka waktu tertentu, melalui kehadiran misi PBB yang akan dipimpin oleh negara-negara Arab dan di bawah bimbingan otoritas Palestina," jelas Tajani. Ia juga menegaskan, "Kami siap untuk mengirimkan pasukan kita berkolaborasi dengan PBB dalam rangka pembentukan negara Palestina yang diakui oleh Israel dan juga mengakui Israel." Pernyataan ini menunjukkan komitmen Italia terhadap stabilitas kawasan dan pengakuan dua negara. Ketika diminta pendapat tentang pidato Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, di PBB, Tajani menyatakan bahwa Israel berhak untuk membela diri. Ia juga mengingatkan bahwa krisis saat ini dimulai dengan serangan yang terjadi pada 7 Oktober. Namun, ia mengekspresikan keprihatinan atas jumlah besar warga sipil Palestina yang menjadi korban, dengan menyebutkan puluhan ribu jiwa yang terbunuh dalam konflik tersebut. Tajani juga membahas isu-isu internasional lainnya yang terkait dengan perkembangan terkini di kawasan, khususnya setelah kematian pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah, akibat pengeboman oleh tentara Israel pada 27 September. "Sayangnya, risiko eskalasi ketegangan saat ini tampak semakin nyata. Kami bekerja lebih keras dari sebelumnya untuk mewujudkan gencatan senjata di Lebanon dan Gaza," katanya. Lebih lanjut, Tajani mengungkapkan bahwa ia terus menjaga komunikasi aktif dengan kedutaan besar Italia di Tel Aviv, Beirut, dan Teheran. "Kami tidak hanya memonitor situasi darurat, tetapi juga siap untuk mengevakuasi warga negara kami jika diperlukan," tambahnya. Ia mendesak kepada warga untuk segera meninggalkan wilayah konflik tersebut. Meski terus berupaya secara diplomatik untuk meredakan ketegangan, situasi di kawasan tetap tergolong kritis dan membutuhkan perhatian segera. ANTARA