JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir, Lutfi Rauf, mengungkapkan bahwa produk elektronik rumah tangga yang diproduksi oleh Indonesia semakin diminati oleh konsumen di Mesir. Menurutnya, salah satu alasan utama tingginya permintaan tersebut adalah kombinasi antara kualitas produk yang baik dan harga yang terjangkau. Dalam sebuah acara Forum Bisnis serta Malam Apresiasi bagi agen dan distributor produk elektronik Indonesia yang diadakan pada 28 September, Dubes Lutfi mengungkapkan bahwa kesuksesan ini menunjukkan bahwa produk-produk Indonesia memiliki daya saing yang kuat dibandingkan dengan barang dari negara lain. Ia menggarisbawahi pentingnya respons positif dari pasar Mesir terhadap harga yang kompetitif. Acara yang berlangsung di Hall Jaz Makadi Star Resort, Hurghada, itu juga menjadi platform untuk mensosialisasikan *Trade Expo Indonesia* (TEI) 2024. Berdasarkan informasi dari KBRI Kairo, pasar peralatan elektronik rumah tangga di Mesir tersegmentasi menjadi beberapa kategori, dengan peralatan utama mencakup lemari pendingin, oven, dan berbagai peralatan lainnya seperti mesin pembuat kopi dan penyedot debu. Atase Perdagangan KBRI Kairo, M. Syahran Bhakti S, menginformasikan bahwa selama enam bulan pertama tahun 2024, Indonesia menduduki peringkat sebagai negara pengekspor terbesar ketujuh untuk produk lemari pendingin di Mesir. Nilai ekspor untuk produk tersebut mencapai 5,45 juta dolar AS, atau sekitar Rp82,4 miliar. Angka ini menunjukkan peningkatan yang signifikan, yakni sebesar 87,87 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yang hanya mencapai 2,9 juta dolar AS atau setara dengan Rp43,8 miliar. Syahran menilai, peningkatan ini menciptakan peluang besar bagi produk elektronik Indonesia untuk semakin mengukuhkan posisinya di pasar Mesir. Dalam konteks ini, Ahmad Ragab Al Kalla, pendiri perusahaan UK Device Manufacturing sekaligus pemegang merek dagang Black & White dan penerima Trophy Primaduta Award dari pemerintah Indonesia, memberikan pujian terhadap kualitas produk elektronik Indonesia. Ia mencatat bahwa konsumen di sejumlah kawasan di Mesir sangat menyukai produk-produk tersebut karena mampu bersaing dengan merek-merek elektronik ternama di dunia. Selama sepuluh tahun terakhir, Kalla telah menjalin kerjasama sebagai agen tunggal untuk berbagai merek produk elektronik Indonesia, di antaranya Maspion, Polytron, Miyako, dan OK Appliances, untuk pasar Mesir. Dalam kesempatan ini, Dubes Lutfi memberikan penghargaan kepada kerja sama yang telah terjalin antara UK Device Manufacturing dan pihak Indonesia. Ia menyampaikan, “Saya mengapresiasi upaya keluarga besar Ahmed Ragab Kalla yang telah membangun ikatan persaudaraan serta mempromosikan lebih banyak variasi produk elektronik asal Indonesia.” Namun, Dubes Lutfi juga menyoroti masalah bea masuk yang tinggi untuk barang elektronik rumah tangga di Mesir, yang mencapai 60 persen. Ini menjadi isu krusial dalam sidang pertama *Joint Trade Committee* (JTC) antara Indonesia dan Mesir yang berlangsung pada 31 Juli, di mana kedua negara berharap ada kemajuan dalam pengurangan tarif dan pelaksanaan *Free Trade Agreement* di masa mendatang. ANTARA