**Borneonews - Jakarta**, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Saifullah Yusuf yang kerap disapa Gus Ipul, menyatakan bahwa dalam sejarah Nahdlatul Ulama tidak pernah ada Muktamar Luar Biasa (MLB). Menurutnya, isu mengenai MLB yang belakangan ini berkembang akan segera memudar, sama seperti yang terjadi di masa lalu.
Gus Ipul menegaskan, "Tidak ada dalam sejarah Nahdlatul Ulama itu MLB. Pernah ada rencana yang dibicarakan, namun akhirnya tidak terealisasi. Pernyataan ini disampaikan di Istana Kepresidenan Jakarta, setelah ia mendampingi sekelompok penyandang disabilitas yang bertemu dengan Presiden Joko Widodo.
Dia menjelaskan bahwa Nahdlatul Ulama dilindungi oleh banyak kiai dan ulama yang pada dasarnya tidak menyukai praktik perebutan jabatan. Keyakinan ini membuatnya percaya bahwa MLB di lingkungan NU tidak akan pernah terwujud. Gus Ipul menambahkan, "Dengan demikian, segala upaya untuk mengadakan MLB akan selalu gagal. Jika kita melihat catatan dan data yang ada, kita akan menemukan bahwa hal tersebut sudah pernah terjadi tetapi akhirnya hilang."
Ketika ditanya mengenai keterlibatan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam wacana MLB, Gus Ipul memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk menarik kesimpulan masing-masing. "Jika melihat figur yang terlibat, orang bisa membuat penilaian sendiri. Wacana ini sudah ada sejak jauh sebelum pemilihan presiden. Jika dicari jejak digitalnya, itu sudah lama ada. Namun, saya sangat yakin bahwa MLB tidak akan pernah ada di lingkungan Nahdlatul Ulama," tegasnya.
Sementara itu, tokoh NU dari Jawa Timur, Abdussalam Shohib alias Gus Salam, mengungkapkan bahwa banyak kalangan di akar rumput merasa resah melihat arah PBNU yang dianggap keluar dari tujuan utamanya, sehingga MLB dapat terjadi kapan saja.
Sejalan dengan itu, terbentuklah Presidium Penyelamat Organisasi dan menggulirkan wacana MLB, yang mengakui telah menerima berbagai aduan, kritik, dan saran dari 28 provinsi, 326 kabupaten/kota, dan 11 Pengurus Cabang Istimewa (PCI) NU, yang semuanya mendukung agar MLB segera dilaksanakan.
Presidium tersebut juga mengadakan Konsolidasi Nasional di Cirebon, Jawa Barat, pada 8-9 September 2024, di mana mereka menyampaikan permintaan agar pemerintah membekukan Surat Keputusan kepengurusan PBNU.
Di sisi lain, Ketua PBNU Abdullah Latopada menekankan bahwa tidak ada pengurus di tingkat cabang dan wilayah yang terlibat dalam rencana penyelenggaraan MLB NU. Dia menyatakan bahwa wacana MLB adalah isu yang dipromosikan oleh segelintir orang yang tidak memiliki legitimasi dalam pengurus PBNU. Latopada juga menegaskan bahwa struktur organisasi PBNU tetap solid dan kokoh hingga ke bawah.
ANTARA
Gus Ipul tegaskan MLB tidak ada dalam sejarah Nahdlatul Ulama
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Hadapi Isenmulang FC, PSIM Fokus Pulihkan Fisik dan Benahi Pertahanan
Jadwal Super League: Persib Hadapi Garudayaksa, Derbi Suramadu Warnai Pekan Ketujuh
Komentar (0)
Memuat komentar…







