**Borneonews - Sorong**, Coordinating Minister for Human Development and Culture, Muhadji Effendy, turut berpartisipasi dalam kegiatan vaksinasi polio yang diadakan di Sekolah Dasar YPK I Syalom, Sorong, yang merupakan bagian dari dukungan pada Pekan Imunisasi Nasional (PIN). Dalam kunjungannya, ia menyatakan bahwa vaksinasi ini sangat penting untuk melindungi anak-anak dari ancaman polio.
"Imunisasi ini bertujuan untuk melindungi anak-anak dari penyakit polio. Kami hadir di sekolah ini untuk memastikan bahwa proses vaksinasi berjalan dengan baik dan lancar," ungkapnya pada hari Senin.
Effendy juga menyampaikan keprihatinan terkait tingkat vaksinasi polio di wilayah Papua, termasuk Provinsi Papua Barat Daya. Ia menekankan bahwa tingkat vaksinasi di kalangan anak-anak di daerah tersebut masih perlu ditingkatkan. "Masih ada anak-anak di beberapa kabupaten yang terpapar penyakit polio, yang seharusnya tidak boleh terjadi," tegasnya.
Selama acara tersebut, menteri juga bertemu dengan para pemimpin di tingkat kecamatan serta pusat kesehatan masyarakat, dan perwakilan dari TNI serta Polri. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas strategi dalam mempercepat pelaksanaan PIN di Papua, khususnya di Papua Barat Daya.
"Kami berkomitmen untuk menyelesaikan program imunisasi ini agar Papua terlindungi dari ancaman polio," ujarnya dengan penuh keyakinan.
Di sisi lain, Asisten Deputi Pengendalian Penyakit dan Penanggulangan Kemenko PMK, Nancy Dian Anggraeni, mengungkapkan bahwa sekitar 80 persen anak-anak yang menjadi target di Kota Sorong telah menerima dosis pertama vaksin. Sementara itu, 53 persen di antaranya telah mendapatkan vaksinasi kedua.
Nancy juga menekankan bahwa kementeriannya dan Kementerian Dalam Negeri telah melaksanakan evaluasi rutin dengan melibatkan para pemimpin setempat untuk mempercepat pelaksanaan PIN di Papua sejak bulan Juli tahun ini.
Namun, ia mencatat bahwa sejauh ini tingkat pelaksanaan PIN di enam provinsi di Papua masih sangat rendah. "Pemberian dosis pertama baru mencapai 54,7 persen di enam provinsi, sementara fase kedua PIN hanya mencapai 38,1 persen dari anak-anak yang ditargetkan," jelasnya.
Nancy mengaitkan tren yang kurang menguntungkan ini dengan keraguan sebagian orang tua dalam memberikan vaksinasi kepada anak-anak mereka, yang menjadi tantangan tersendiri bagi pelaksanaan program imunisasi ini.
ANTARA
Pentingnya Vaksinasi Polio di Sorong dan Tantangan yang Dihadapi
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Komentar (0)
Memuat komentar…







