JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Menteri Investasi yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa ekosistem untuk Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur sudah mulai terwujud. Dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di Jakarta, beliau menyatakan keyakinannya bahwa pengembangan ini akan terus berlanjut. Rosan menyampaikan, "Ekosistem IKN sudah mulai terlihat. Kami di Kementerian Investasi sangat antusias karena dalam dua minggu terakhir, investor asing mulai berinvestasi." Hal ini menegaskan bahwa ada respons positif dari kalangan investor terhadap proyek ini. Kementerian Investasi berupaya secara aktif untuk menarik investasi yang tidak hanya berdampak positif saat ini, tetapi juga berkelanjutan di masa depan. "Kita harus proaktif dan terbuka, terutama dalam hal peraturan serta penyediaan lahan," tambahnya. Ia meyakini bahwa saat ini ekosistem IKN telah mulai terbentuk dan optimis bahwa ke depan, mereka akan memilih investasi yang memberikan dampak positif secara berkesinambungan. Rosan juga memberikan informasi mengenai perkembangan terbaru terkait investasi di IKN. Terdapat lima perusahaan asing yang baru saja berkomitmen untuk berinvestasi dengan total dana mencapai 165 juta dolar Amerika Serikat (sekitar Rp2,51 triliun). Salah satu investor, Sembcorp Utilities Pte Ltd dari Singapura, berkomitmen untuk menyuntikkan modal sebesar 65 juta dolar AS (setara Rp987,35 miliar) untuk proyek pembangunan panel surya dengan kapasitas 50 megawatt (MW). Selain itu, Rosan juga mengungkapkan bahwa perusahaan pendidikan asal Singapura, Raffles Education Limited, menunjukkan minat untuk berinvestasi di IKN. Masuknya investasi asing ke IKN mencerminkan bahwa ada peluang bagi kolaborasi antara sektor swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), tanpa perlu bersaing satu sama lain. Dengan mempertimbangkan potensi besar yang dimiliki Indonesia untuk pengembangan ekonomi, Rosan menyatakan bahwa hal ini membutuhkan investasi yang signifikan. Oleh karena itu, kolaborasi antara BUMN dan sektor swasta menjadi sangat penting dalam merealisasikan potensi tersebut. ANTARA