BANJARMASIN –
**Borneonews - Banjarmasin**, Perpustakaan Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) yang terletak di Kalimantan Selatan kini memiliki lebih dari 3.000 judul buku serta jurnal yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan referensi mahasiswa. Koleksi tersebut dinilai cukup memadai untuk mendukung upaya peningkatan pengetahuan para mahasiswa di institusi ini. Wakil Direktur Bidang Akademik, H Ahmad Rizani, menjelaskan bahwa jumlah koleksi buku yang tersedia telah memenuhi standar yang diperlukan. "Dari segi kuantitas, koleksi ini sudah relatif cukup. Dia tidak terlalu sedikit, namun juga tidak terlalu banyak," ucapnya di Banjarmasin pada hari Senin. Lebih lanjut, Rizani menekankan bahwa koleksi buku tersebut sangat relevan dengan pendidikan vokasi, yang merupakan fokus utama Poliban sebagai salah satu perguruan tinggi vokasi terbesar di Provinsi Kalimantan Selatan. Dalam rangka mendukung aktivitas belajar mahasiswa, perpustakaan Poliban juga telah meluncurkan *Poliban Digital Liberty*, sebuah inisiatif perpustakaan digital. "Kami memperkenalkan dan mensosialisasikan kemajuan ini kepada mahasiswa baru pada tahun akademik 2024/2025," tambahnya. Ia juga mengingatkan kepada mahasiswa agar rutin berkunjung ke perpustakaan untuk memperluas wawasan mereka, termasuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang ada. Rizani menegaskan, upaya ini penting untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Wawasan yang luas hasil dari membaca akan menjadi salah satu dasar penting bagi mahasiswa untuk siap bersaing di dunia industri, pendidikan, dan bidang lainnya. "Kampus kami berkomitmen untuk menghasilkan SDM yang berkualitas, bersertifikat profesi, dan siap bekerja," lanjutnya. Di sisi lain, Kepala Unit Penunjang Akademik (UPA) Perpustakaan Poliban, Rismaniah, menambahkan bahwa pihaknya sedang berupaya untuk meningkatkan budaya membaca di kalangan mahasiswa. Dengan berbagai kegiatan dan sosialisasi yang dilakukan, diharapkan kunjungan ke perpustakaan semakin meningkat. “Kami juga memperkenalkan berbagai fasilitas yang tersedia di perpustakaan. Dengan adanya sosialisasi yang intensif, mahasiswa baru diharapkan dapat memahami dan memanfaatkan layanan perpustakaan secara optimal dan mandiri,” tutupnya. ANTARA