JAKARTA –
**Borneonews - Istanbul**, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres, mengungkapkan peringatan penting mengenai kebutuhan tambahan dana bantuan untuk mendukung upaya kemanusiaan di Ukraina. Hal ini disampaikannya pada Minggu (29/9), menjelang datangnya musim dingin yang diperkirakan akan memberikan tantangan lebih besar bagi masyarakat yang terdampak. Dalam sebuah pengumuman melalui media sosial *X*, Guterres menyebutkan bahwa PBB, bersama mitra-mitranya, telah berhasil memberikan apa yang disebutnya sebagai "bantuan penyelamatan" kepada lebih dari 6,2 juta orang di Ukraina sepanjang tahun ini. Meskipun demikian, ia mengungkapkan keprihatinan bahwa saat ini, pendanaan yang tersedia kurang dari setengah dari jumlah yang diperlukan dalam Rencana Tanggapan Kemanusiaan 2024, menurut rencana awal. “Para donor diharapkan dapat mempertimbangkan kembali komitmen mereka untuk melanjutkan upaya penting yang kami lakukan di lapangan,” lanjut Guterres. Ia juga menekankan betapa krusialnya dukungan berkelanjutan saat bulan-bulan musim dingin yang keras semakin mendekat. Peringatan tersebut muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap dampak yang ditimbulkan oleh konflik yang tak kunjung usai di Ukraina. Sejak Februari 2022, Rusia telah melanjutkan operasi yang mereka sebut sebagai "operasi militer khusus," yang semakin memperburuk situasi kemanusiaan di negara itu. ANTARA