**Borneonews - Jakarta**, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah memberikan penghargaan kepada tiga anak yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam memajukan budaya Indonesia. Penghargaan tersebut disampaikan pada acara puncak Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) 2024.
Dalam keterangan pers yang disampaikan di Jakarta, tiga anak yang menjadi penerima penghargaan ini adalah Zakia Minang Ayu dari Bangka Belitung, Nurul Khaerul Nisa dari Cianjur, Jawa Barat, dan Daneswara Satya Swandaru dari Gunung Kidul, Yogyakarta. Ketiga individu ini dianggap memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan budaya di daerah mereka masing-masing.
Zakia Minang Ayu lahir dari seorang ibu yang merupakan penggiat seni sastra. Pengaruh lingkungan yang positif dan pengajaran yang diberikan ibunya dalam bidang kesusastraan mendorong Zakia untuk mengembangkan minatnya. Sejak usia belum genap tujuh tahun, ia sudah terlibat aktif dalam Komunitas Pendongeng Cilik Kampung Dongeng yang berada di Bangka Belitung.
Sejak tahun 2021, Zakia telah meraih berbagai prestasi dalam bidang mendongeng dan kesusastraan. Selain itu, ia juga dikenal sebagai penulis cerita anak dan komik, karya-karyanya antara lain berjudul *Mentilin dan Burhan si Burung Hantu*, *Abangku*, dan *Gadis Berjilbab*, yang semuanya diterbitkan dalam sebuah kompilasi komik edukatif pada tahun 2023.
Nurul Khaerul Nisa, yang juga merupakan penerima penghargaan, dikenal sebagai anak yang inspiratif bagi teman-teman sebayanya. Sejak berusia 5 tahun, Nurul aktif berlatih seni karawitan dan tari Sunda di Sanggar Perceka yang terletak di Cianjur, Jawa Barat. Menurut Nurul, banyak pencapaian yang telah diraihnya berkat kecintaannya pada kesenian daerah.
Nurul bercita-cita untuk menyebarluaskan seni tradisi Sunda baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Selain keahlian dalam tari Sunda, ia juga berbakat dalam seni suara dan telah memenangkan sejumlah kompetisi. Keterlibatannya dalam seni karawitan membawa Nurul mengikuti beragam kejuaraan dan festival di luar Cianjur.
Pada tahun 2021, Nurul mendapatkan penghargaan dari Balai Pelestarian Nilai Budaya Jawa Barat setelah berpartisipasi dalam ajang Rampak Kecapi, di mana ia berhasil meraih gelar penampil terbaik dalam kategori Kreasi Musik Tradisional GKSI.
Sementara itu, bakat seni Daneswara Satya Swandaru muncul sejak usia 4 tahun. Dari menonton pagelaran *wayang kulit* melalui video, ia mulai menumbuhkan minat untuk mempelajarinya. Pada tahun 2016, ketika bersekolah di Taman Kanak-Kanak, Daneswara resmi menekuni seni ini dengan berlatih di Sanggar Pendhalangan Pengalasan yang terletak di desa Wiladeg.
Daneswara telah meraih sejumlah prestasi dalam bidang pedalangan anak-anak, antara lain sebagai juara di Festival Wayang Golek Menak yang diselenggarakan di Kabupaten Gunung Kidul pada tahun 2023. Ia juga berpartisipasi dalam sebuah acara spektakuler di mana 1.000 anak dalang tampil dalam pembukaan Jogja International Heritage Festival 2017, dan meraih juara II dalam Festival Dalang Cilik Nasional kategori SD pada perayaan Dies Natalis ke-59 Universitas Negeri Yogyakarta.
ANTARA
Penghargaan Kemendikbudristek untuk Tiga Anak Berbakat 2024
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Razia Narkoba, 32 Sopir Angkutan Batubara di Barito Timur Jalani Tes Urine
Ganda Putri Isyana/Rinjani Sabet Gelar Juara Indonesia Masters
Arema FC Libas Dewa United 4 Gol Tanpa Balas
Veda Ega Alihkan Fokus ke GP Malaysia Usai GP Australia Batal
Shin Tae-yong Tekankan Pembinaan Usia Dini untuk Majukan Sepak Bola
Madura United Bidik 3 Poin saat Hadapi Persebaya
Komentar (0)
Memuat komentar…







