**Borneonews - Jakarta**, Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan, mengungkap bahwa baru-baru ini ditemukan serangkaian barang impor yang berstatus ilegal. Di antara penemuan tersebut terdapat ratusan produk kosmetik yang total nilainya diperkirakan mencapai Rp11,4 miliar.
Dalam sebuah konferensi pers yang berlangsung di Jakarta, ia menjelaskan bahwa produk-produk kosmetik ilegal tersebut berhasil dirampas dari berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Sumatra, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi. Total ada 970 item yang terdiri dari 415.035 buah kosmetik yang teridentifikasi sebagai barang ilegal.
Zulkifli menegaskan bahwa semua produk yang terdeteksi sebagai kosmetik ilegal ini akan dimusnahkan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Upaya ini bertujuan untuk mencegah potensi dampak negatif yang dapat ditimbulkan oleh penggunaan produk-produk kosmetik tersebut yang tidak memenuhi standar kesehatan.
Dalam paparannya, Zulkifli juga menegaskan bahwa kementeriannya akan terus fokus kepada tujuh komoditas utama, di antaranya tekstil, produk tekstil lainnya, pakaian jadi, alas kaki, kosmetik, keramik, dan elektronik. Ia mengakui bahwa dalam beberapa bulan terakhir, khususnya dalam periode 4 hingga 5 bulan, pelaku usaha di sektor kecantikan mengeluhkan terjadinya serbuan produk ilegal yang masuk ke pasaran.
"Keluhan yang kami terima dari pelaku usaha di bidang kecantikan sangat banyak, mereka merasa kewalahan menghadapi serangan produk-produk yang tidak memiliki izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan instansi terkait lainnya," katanya.
Mendag menjelaskan lebih lanjut bahwa keberadaan produk kosmetik ilegal ini berpotensi merugikan berbagai pihak, terutama konsumen. Bahaya yang ditimbulkan terkait dengan aspek keamanan produk menjadi perhatian serius, di samping kerugian yang dialami oleh negara dan industri kecantikan dalam negeri.
"Kedua aspek yang dirugikan adalah potensi kehilangan pendapatan pajak bagi negara dan kerugian bagi industri kecantikan domestik yang sedang berkembang pesat. Revitalisasi industri kecantikan kita perlu dilakukan agar bisa bersaing dengan negara-negara lain," imbuhnya.
Tambahan informasi yang disampaikan oleh Zulkifli adalah mengenai tindakan Tim Satuan Tugas Barang Impor Ilegal yang berkoordinasi dengan BPOM. Selama periode Juni hingga September, tim ini telah melakukan pengawasan dan penindakan terhadap empat kasus peredaran kosmetik impor ilegal yang beroperasi di Indonesia.
Keterlibatan berbagai pihak dalam pengawasan ini menjadi bagian penting dari upaya menjaga kesehatan masyarakat serta mendukung pertumbuhan industri nasional.
ANTARA
Mendag Temukan Kosmetik Ilegal Rp11,4 Miliar di Indonesia
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Fredy Setiawan Raih Perak Para Bulu Tangkis, Akui Kurang Puas
Kholidin/Noviera Melaju ke Final para Panahan Asian Para Games 2026
Gempa Tibet Tewaskan 16 Orang, 54 Lainnya Terluka
DPRD Kotim Dorong Anggaran Rp3,3 M untuk Laboratorium Lingkungan demi Optimalkan PAD
Leli/Osrita Raih Perunggu para Tenis Meja Ganda Putri WD10
Karhutla di Belakang SMKN 3 Kuala Kapuas Merembet ke Bangunan Warga
Komentar (0)
Memuat komentar…







