BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Jumlah pasien yang menjalani cuci darah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Imanuddin Pangkalan Bun terus mengalami peningkatan signifikan.
Setiap harinya, RSUD Sultan Imanuddin kini melayani hingga 40 pasien yang memerlukan hemodialisa atau cuci darah. Hal ini menjadi perhatian khusus Penjabat (Pj) Bupati Kotawaringin Barat, Budi Santosa.
Didampingi Direktur RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun dr Fachruddin, serta unsur Forkompimda Kobar, ia menjenguk pasien yang sedang menjalani cuci darah, dalam agenda Anjangsana Peringatan Hari Jadi Kobar ke-65, Senin, 30 September 2024.
Usai melihat para pasien, Budi Santosa menyoroti peningkatan jumlah pasien cuci darah tersebut dan menyampaikan keprihatinannya.
"Pasien yang menjalani cuci darah terus meningkat dari tahun ke tahun, bahkan rumah sakit kita ini juga melayani pasien yang berasal dari luar Kabupaten Kotawaringin Barat," ujarnya.
--page
Untuk mengakomodasi jumlah pasien yang terus bertambah, Budi Santosa menyebut perlunya peningkatan layanan dan fasilitas di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, khususnya di ruang Hemodialisa.
"Mau tidak mau, layanan Hemodialisa atau cuci darah ini harus ditambah kapasitasnya. Ini penting agar pasien bisa terlayani dengan baik," tambahnya.
Budi mengungkapkan, salah satu penyebab meningkatnya pasien cuci darah, adalah gaya hidup yang kurang sehat, terutama terkait konsumsi minuman energi.
"Minuman perangsang dan energi yang katanya menambah tenaga itu ternyata sangat berbahaya. Banyak dari pasien cuci darah ini mengalami gangguan kesehatan yang disebabkan oleh minuman-minuman semacam itu," jelas Budi Santosa.
Ia juga menginstruksikan agar masyarakat lebih waspada terhadap konsumsi minuman yang diduga mengandung zat berbahaya.
"Saya sudah instruksikan kepada Sekda, RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun dan Dinas Kesehatan, agar menyurati masyarakat melalui Camat, Lurah, Kades, hingga RW dan RT. Kita harus mengedukasi masyarakat untuk berhati-hati dengan minuman-minuman yang berlebihan dan tidak sehat," tegasnya.
Sebagai langkah preventif, Budi Santosa mendorong masyarakat untuk beralih mengonsumsi minuman yang lebih alami dan sehat.
"Minum jus yang segar dan sehat saja. Kita harus menjaga kesehatan," sarannya.
--page
Dalam kesempatan yang sama, direktur RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, dr. Fachruddin, turut menanggapi situasi ini. Ia menyampaikan bahwa setiap hari selalu ada antrean pasien cuci darah di rumah sakit tersebut.
"Saat ini kami memiliki 20 tempat tidur untuk sesi pagi dan sore. Jadi, sehari itu bisa melayani hingga 40 pasien cuci darah," ungkapnya.
Proses cuci darah, harus dilakukan secara teratur bagi pasien yang membutuhkan.
"Kebutuhan cuci darah ini bisa dilakukan setiap minggu, bahkan ada yang dua kali seminggu, tergantung kondisi masing-masing pasien," jelasnya.
Dengan peningkatan jumlah pasien dan kebutuhan layanan yang semakin mendesak, pihak RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun berkomitmen, untuk terus meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan kesehatan demi memenuhi kebutuhan masyarakat. (DANANG/Y)









