JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, telah mengajukan permohonan kepada ExxonMobil Cepu Ltd untuk meningkatkan kapasitas produksi minyak menjadi 150.000 barel per hari (*Barrel Oil Per Day/BOPD*) pada tahun 2026. Langkah ini diambil dalam rangka untuk meningkatkan kontribusi sektor minyak nasional terhadap perekonomian. Saat ini, produksi minyak nasional berada pada angka sekitar 577.000 BOPD. Dari total tersebut, Blok Cepu berkontribusi sebesar 144.000 BOPD, menjadikannya salah satu kontribusi terbesar di tingkat nasional. Bahlil menuturkan pentingnya peningkatan produksi ini guna mengatasi defisit minyak yang sedang melanda negara saat ini. Untuk itu, ia telah meminta ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) untuk merevisi target produksi mereka dari 125.000 BOPD menjadi 150.000 BOPD dalam waktu dua tahun mendatang. Lebih jauh, Menteri Bahlil menegaskan bahwa pemerintah, termasuk di bawah kepemimpinan presiden terpilih Prabowo Subianto, memberikan dukungan penuh terhadap peningkatan produksi minyak. Hal ini dianggap sangat berdampak pada penerimaan negara serta cadangan devisa. Ia menyatakan, "Negara kita memerlukan dukungan dari perusahaan-perusahaan berpengalaman untuk meningkatkan produksi. Presiden terpilih, Pak Prabowo, telah memerintahkan saya untuk mengatasi masalah *lifting* minyak, sebab peningkatan *lifting* ini tidak hanya meningkatkan pendapatan negara, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada impor." Sebagai tanggapan terhadap permintaan dari pemerintah, Presiden Direktur EMCL, Carole Gall, menyatakan komitmen perusahaan untuk berupaya keras dalam meningkatkan produksi di Blok Cepu. Salah satu langkah strategis yang sudah dilakukan adalah produksi minyak pertama dari pemboran *Banyu Urip infill clastic* yang direncanakan pada tahun 2024 dengan hasil 13.300 BOPD. Carole menekankan, "Ini adalah langkah krusial dalam upaya kami untuk terus meningkatkan produksi di Blok Cepu. Kami merasa kami menciptakan sejarah baru dengan teknik pemboran *Banyu Urip infill clastic* ini." Ia juga menambahkan bahwa program ini sangat penting tidak hanya bagi ExxonMobil dan mitra-mitranya, tetapi juga untuk Indonesia. "Program ini akan mendukung pencapaian target produksi nasional dan memperkuat ketahanan energi di Indonesia," ujarnya. ANTARA