**Borneonews - Jakarta**, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penutupan yang negatif pada Senin sore, meskipun sebagian besar bursa saham di kawasan Asia menunjukkan penguatan. IHSG ditutup dengan penurunan sebesar 168,98 poin atau 2,20 persen, sehingga mencapai level 7.527,93. Sementara itu, indeks LQ45 yang mencakup 45 saham unggulan turun 21,01 poin atau 2,19 persen, berakhir di angka 938,92.
Situasi ini mencerminkan pergerakan *mixed* (beragam) di bursa regional Asia, di mana para pelaku pasar tampak berhati-hati dalam menanggapi berbagai sentimen yang memengaruhi pasar keuangan. Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas Indonesia menekankan bahwa perhatian pelaku pasar tertuju pada perkembangan terkini yang dapat memengaruhi arah investasi.
Dari Jepang, pelaku pasar sangat menantikan kebijakan yang akan diambil oleh Perdana Menteri baru, Shigeru Ishib, mantan Menteri Pertahanan yang baru saja memenangkan pemilihan dalam Partai Demokrat Liberal. Ishib diharapkan dapat memberikan arah kebijakan yang jelas setelah menggantikan Fumio Kishida. Selama ini, Ishib dikenal kritis terhadap kebijakan moneter yang diterapkan oleh Bank of Japan (BoJ) dan sebelumnya menyatakan bahwa kebijakan seharusnya tetap akomodatif menyesuaikan dengan kondisi ekonomi saat ini.
Sementara itu, dari sisi China, usaha untuk merangsang perekonomian terus dilakukan melalui tindakan yang diberikan oleh bank sentral China (PBoC) terhadap bank-bank komersial. PBoC telah menggelontorkan stimulus baru dengan instruksi untuk menurunkan suku bunga pada semua kredit perumahan, langkah ini diharapkan dapat meringankan beban keuangan rumah tangga di tengah kondisi perlambatan ekonomi yang sedang berlangsung.
Di dalam negeri, terdapat harapan pelaku pasar yang tampak tertekan akibat dampak dari stimulus yang dikeluarkan oleh China. Aksi stimulus tersebut berpotensi menarik minat investor asing untuk berinvestasi di pasar China, yang pada gilirannya dapat menyebabkan *capital outflow* dari Indonesia. Mengacu pada data yang disampaikan oleh Bank Indonesia (BI), untuk periode 23-26 September 2024, aliran modal asing keluar bersih dari pasar keuangan domestik mencapai Rp9,73 triliun.
Dari nilai tersebut, aliran masuk modal asing di pasar saham tercatat minus Rp2,88 triliun, di Surat Berharga Negara (SBN) tercatat minus Rp1,30 triliun, dan pada Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) tercatat minus Rp5,55 trillion. Dampak dari kondisi tersebut diprediksi akan menyebabkan peningkatan pada premi risiko investasi.
IHSG dibuka dengan traik negatif dan terus berada di zona merah sampai penutupan sesi pertama perdagangan. Pada sesi kedua pun, IHSG tidak mampu keluar dari tekanan negatif. Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, terdapat dua sektor yang mengalami kenaikan, di mana sektor transportasi dan logistik mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 0,78 persen, diikuti oleh sektor barang baku yang naik 0,29 persen.
Sedangkan sembilan sektor lainnya mengalami pengurangan nilai, dengan sektor energi mengalami penurunan paling dalam sebesar 1,74 persen. Sektor barang konsumen non-primer dan sektor infrastruktur masing-masing terkoreksi hingga minus 1,71 persen dan minus 1,49 persen.
Mengenai saham-saham yang mencatatkan kenaikan terbesar pada hari itu termasuk KIOS, PKPK, BOBA, BRMS, dan PYFA. Sebaliknya, saham-saham yang mengalami penurunan yang paling signifikan adalah PMMP, MLPL, TOBA, BREN, dan LABA.
Frekuensi perdagangan saham pada sesi ini tercatat sebanyak 1.365.560 transaksi dengan total volume saham yang diperdagangkan mencapai 24,38 miliar lembar, berjumlah nilai transaksi sekitar Rp17,09 triliun. Dari total, 202 saham mengalami kenaikan, 383 saham mengalami penurunan, dan sisanya 216 saham tidak mengalami perubahan nilai.
Di tingkat regional, bursa saham Asia pada sore ini memberikan gambaran yang berbeda-beda. Indeks Nikkei mengalami penurunan sebesar 1.910,00 poin atau 4,80 persen, berakhir di 37.919,60. Sementara itu, indeks Hang Seng justru mencatatkan penguatan sebesar 501,37 poin atau 2,43 persen ke posisi 21.133,67. Indeks Shanghai mengalami lonjakan sebesar 248,96 poin atau 8,06 persen menjadi 3.336,50. Sedangkan Indeks Straits Times mencatatkan kenaikan sebesar 11,92 poin atau 0,33 persen hingga menyentuh angka 3.585,29.
ANTARA
IHSG Turun di Tengah Penguatan Bursa Asia, Investor Hati-hati
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Chelsea Dipermalukan Tottenham Hotspur 0-2 di Stamford Bridge
Ubed ke Final French Open setelah Tundukkan Lanier
Rachel/Febi Gagal ke Final French Open
Lewis Hamilton Tercepat dalam Sesi Latihan Bebas GP Amerika Serikat
Timnas Indonesia U15 Menang Telak atas Fiji, Hariri dan Dicky Dua Gol
Leo/Daniel Kandas di Semifinal French Open
Komentar (0)
Memuat komentar…







