SEMARANG –
**Borneonews - Semarang**, Sebanyak 18 kabupaten dan kota di Jawa Tengah berhasil menerima dana insentif fiskal dari pemerintah pusat dengan total mencapai Rp101,6 miliar. Penghargaan ini diberikan karena kontribusi signifikan daerah-daerah tersebut dalam menurunkan angka kemiskinan di wilayahnya. Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, menyampaikan bahwa angka kemiskinan ekstrem di daerah ini telah menunjukkan perbaikan, yaitu menurun menjadi 0,89 persen. Pengumuman ini disampaikan di sela pembukaan Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan yang berlangsung di Aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) di Semarang. Daerah yang terpilih menerima insentif fiskal ini termasuk Kabupaten Magelang, Blora, Brebes, Cilacap, Grobogan, Jepara, Karanganyar, Kudus, Pati, Pemalang, Sukoharjo, Temanggung, Wonosobo, Wonogiri, Kabupaten Semarang, serta Kota Pekalongan, Kota Tegal, dan Salatiga. Sumarno berharap pemanfaatan dana tersebut dapat diarahkan untuk program-program yang efektif dalam penanggulangan kemiskinan. Dia menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk apresiasi dari pemerintah pusat dengan tujuan untuk mempercepat penurunan angka kemiskinan, terutama di daerah-daerah penerima insentif. Sumarno juga mengajak semua pemangku kepentingan untuk meningkatkan strategi penanggulangan kemiskinan, dengan menekankan pentingnya konvergensi program, perbaikan data sasaran, kualitas implementasi, serta pemberdayaan masyarakat. Berbagai program dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan inisiatif tanggung jawab sosial dari sektor swasta, serta kontribusi para pemangku kepentingan lainnya juga menjadi bagian penting dalam upaya ini. Kepala Bappeda Jawa Tengah, Harso Susilo, menambahkan bahwa jumlah kabupaten dan kota yang menerima dana insentif fiskal pada tahun 2024 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya melibatkan 10 daerah. Data yang diambil dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencerminkan tren positif terhadap pengurangan jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah selama satu dekade terakhir. Pada tahun 2014, angka kemiskinan tercatat sebesar 14,46 persen, dan diyakini akan turun menjadi 10,47 persen pada tahun 2024. Penurunan angka kemiskinan ekstrem juga terlihat dengan penurunan dari 1,1 persen di tahun 2023 menjadi 0,89 persen pada Maret 2024. Kondisi ini memerlukan kerja sama semua pihak untuk menurunkan angka kemiskinan secara bersama-sama dan terpadu, termasuk upaya untuk mengatasi kemiskinan ekstrem menuju nol persen di sisa tahun 2024. Capaian insentif fiskal bagi 18 kabupaten dan kota ini melengkapi penghargaan serupa yang diterima oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dari pemerintah pusat, yang berlangsung pada pertengahan September 2024 dengan total sekitar Rp5,6 miliar. ANTARA