**Borneonews - Denpasar**, Penjabat Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya, menyampaikan proyeksi Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Semesta Berencana untuk Provinsi Bali Tahun Anggaran 2025 kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bali. Dalam sidang tersebut, yang dihadiri oleh 39 anggota dewan, beliau menjelaskan bahwa estimasi pendapatan daerah diperkirakan mencapai lebih dari Rp4,8 triliun. Dari total tersebut, pendapatan asli daerah (PAD) dianggarkan sebesar Rp3,5 triliun.
Secara lebih rinci, PAD akan diperoleh dari sektor pajak daerah yang diproyeksikan mencapai lebih dari Rp2,6 triliun, retribusi daerah sebesar Rp335 miliar lebih, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp193 miliar lebih, serta sumber lain yang sah dari PAD yang diharapkan bernilai Rp363 miliar lebih.
Di samping PAD, pemerintah provinsi juga memproyeksikan pendapatan dari transfer, yang diperkirakan lebih dari Rp1,3 triliun. Pendapatan ini merupakan transfer dari pemerintah pusat, di luar Dana Alokasi Khusus (DAK) dan insentif fiskal yang belum dapat diprediksi oleh pusat. Selain itu, untuk pendapatan lain yang sah, diharapkan mencapai sekitar Rp5,7 miliar lebih, yang diperoleh dari hibah.
Dalam penjelasannya, Sang Made juga memaparkan rencana untuk pengeluaran anggaran daerah. Total belanja daerah direncanakan sebesar Rp5,5 triliun, yang terdiri dari belanja operasi lebih dari Rp4,2 triliun, belanja modal senilai Rp446 miliar lebih, belanja tidak terduga sebesar Rp50 miliar, dan belanja transfer yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp775 miliar.
Berdasarkan proyeksi pendapatan dan pengeluaran tersebut, anggaran menghadapi defisit sekitar Rp691 miliar lebih, yang setara dengan 14,17 persen dari total anggaran. Beliau menambahkan bahwa defisit ini akan dibiayai melalui pembiayaan netto.
Untuk penerimaan pembiayaan daerah di tahun 2025, direncanakan mencapai lebih dari Rp1 triliun, yang bersumber dari perkiraan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun 2024. Sementara itu, pengeluaran untuk pembiayaan daerah diperkirakan sebesar Rp401 miliar lebih, yang mencakup pembayaran cicilan pokok utang yang jatuh tempo sebesar Rp243 miliar lebih dan penyertaan modal yang direncanakan sebesar Rp158 miliar.
Sang Made menegaskan bahwa RAPBD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2025 disusun dengan memperhatikan kebutuhan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah dan kemampuan dalam mengumpulkan pendapatan daerah. Ia juga menargetkan pertumbuhan ekonomi Bali untuk tahun 2025 mencapai 5,75 persen, dengan laju inflasi yang dijaga pada kisaran 2,5 persen ± 1 persen, dan tingkat kemiskinan serta pengangguran terbuka masing-masing ditargetkan mencapai 4 persen dan 2,31 persen.
Target-target makro ini, beserta target sektoral lainnya, diupayakan tercapai melalui implementasi program-program prioritas daerah yang berorientasi pada kepentingan masyarakat, serta diarahkan untuk mendukung pencapaian prioritas nasional, tutup Sang Made.
ANTARA
Proyeksi RAPBD 2025 Bali, Pendapatan dan Belanja Daerah Terukur
Bagikan:

DENPASAR –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Hadapi Isenmulang FC, PSIM Fokus Pulihkan Fisik dan Benahi Pertahanan
Jadwal Super League: Persib Hadapi Garudayaksa, Derbi Suramadu Warnai Pekan Ketujuh
Pria di Sampit Dilaporkan ke Polres Kotim atas Kasus Asusila terhadap Anak 8 Tahun
Penerbangan di Kalteng Terdampak Karhutla, Kemenhub Minta Penumpang Rutin Cek Jadwal
Komentar (0)
Memuat komentar…







