JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Misi Australia untuk ASEAN, berkolaborasi dengan ISA Art Gallery Indonesia, telah menyelenggarakan pameran seni bertajuk "Everything We Inherit". Acara ini merupakan bagian dari perayaan penting yang menandai 50 tahun hubungan budaya antara ASEAN dan Australia. Pameran ini diangkat berdasarkan gagasan tentang identitas yang terus berkembang dalam konteks dunia yang semakin terhubung secara global. Melalui karya-karya seni yang ditampilkan, pameran ini berusaha untuk menjalin narasi yang merayakan dan menunjukkan kekayaan sejarah pertukaran serta pergerakan lintas budaya antara Asia Tenggara dan Australia. Dalam rilis yang dikeluarkan oleh Kedutaan Besar Australia, Duta Besar Australia untuk ASEAN, Tiffany McDonald, menyatakan bahwa lebih dari 1,1 juta warga Australia memiliki leluhur dari Asia Tenggara. Ini menunjukkan betapa pentingnya ikatan antar-masyarakat dalam membangun hubungan antara Australia dan ASEAN. Pameran ini mencerminkan kreativitas yang muncul seiring dengan penguatan pemahaman budaya yang semakin mendalam di antara kedua belah pihak. Di sisi lain, kurator pameran, Jennifer Yang, menambahkan bahwa "Everything We Inherit" merayakan hubungan transnasional yang terbentuk tidak hanya di dalam Australia tetapi juga di seluruh kawasan Asia-Pasifik. Ia mengajak pengunjung untuk terlibat dalam imajinasi spekulatif para seniman, yang mencakup pandangan mereka tentang masa depan kawasan ini, serta potensi hubungan baru yang bisa dibangun. Pameran karya seni "Everything We Inherit" akan menampilkan karya-karya dari para seniman berbakat yang memiliki latar belakang dari Asia Tenggara dan memiliki hubungan yang kuat dengan Australia. Pameran ini diselenggarakan di ISA Art Gallery, Wisma 46–Kota BNI, Jakarta, dan akan berlangsung mulai 28 September hingga 29 November 2024. ANTARA