BANDUNG –
**Borneonews - Cianjur**, Puluhan warga di Kampung Boregah, Desa Panyusuhan, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengalami dugaan keracunan massal setelah mengonsumsi nasi kotak dalam rangka tahlilan seorang warga pada hari Senin. Menurut catatan Dinas Kesehatan setempat, sebanyak 26 orang telah teridentifikasi sebagai korban keracunan. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Cianjur, dr Frida Laila Yahya, mengungkapkan bahwa petugas kesehatan telah diterjunkan ke lokasi kejadian. Tindakan tersebut bertujuan untuk melakukan pendataan dan mengambil sampel sisa makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan untuk diuji di laboratorium. "Langkah ini diambil guna memastikan penyebab keracunan. Kami sudah mengutus petugas ke lokasi untuk menangani situasi ini dengan mengambil sampel makanan," jelasnya. Ia menambahkan, saat ini para korban keracunan telah menerima perawatan medis di Puskesmas Sukaluyu. Dari 26 orang yang mengalami keracunan, empat di antaranya harus dirujuk ke rumah sakit karena mengalami gejala yang lebih serius. Untuk mengatasi situasi ini, pihak Dinas Kesehatan juga telah mengirimkan tenaga kesehatan tambahan ke Puskesmas. Sebagian besar korban mengalami gejala seperti mual, pusing, dan muntah-muntah setelah mengonsumsi nasi kotak yang disediakan oleh tuan rumah. "Tenaga kesehatan tambahan sudah dikerahkan ke lokasi dan puskesmas untuk mencegah bertambahnya korban akibat nasi kotak di Desa Panyusuhan," tambah dr Frida. Sumber informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa korban mulai merasakan gejala mual, pusing, dan muntah setelah menyantap nasi kotak tersebut. Contohnya, seorang warga bernama Rosita (27) menceritakan pengalamannya, "Saya tidak merasakan tanda-tanda apapun saat menyantap nasi kotak itu, tetapi selang beberapa menit, perut saya terasa mual dan pusing, diikuti dengan muntah-muntah. Saya langsung dibawa suami ke puskesmas," ujarnya. Episentrum kejadian ini menunjukkan betapa pentingnya perhatian terhadap keamanan pangan dalam berbagai acara masyarakat. Tindakan cepat dari pihak berwenang diharapkan dapat menanggulangi masalah ini sebelum menjadi lebih serius. ANTARA