BENGKULU –
**Borneonews - Bengkulu**, Bank Indonesia telah melaksanakan Bencoolen Regional Investment Economic Forum 2024 untuk menjembatani hubungan antara daerah dan investor. Inisiatif ini bertujuan untuk merealisasikan penanaman investasi secara lebih cepat di Provinsi Bengkulu. Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana, mengungkapkan bahwa forum ini merupakan wujud komitmen dari Bank Indonesia, pemerintah daerah, serta semua pemangku kepentingan dalam menjadikan Bengkulu sebagai kawasan investasi yang strategis. Langkah ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan. Wahyu menekankan pentingnya akselerasi serta penciptaan sumber-sumber ekonomi baru yang bisa memperkuat pertumbuhan daerah. Ia menjelaskan bahwa sektor investasi merupakan salah satu potensi yang bisa dikembangkan di Bengkulu, yang diharapkan dapat menarik lebih banyak investor untuk berinvestasi di wilayah tersebut. Dengan meningkatnya jumlah investasi di Bengkulu, dampaknya diharapkan akan dirasakan di sektor-sektor lain seperti industri, transportasi, real estat, makanan dan minuman, serta sektor pariwisata. Pertumbuhan investasi ini juga berpotensi menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan konsumsi masyarakat. Bank Indonesia mengundang para investor baik dari dalam negeri maupun luar negeri untuk melihat langsung potensi investasi yang ada di Provinsi Bengkulu. Kegiatan BRIEF diharapkan dapat menjadi platform untuk mendorong perkembangan ekonomi daerah, tidak hanya dalam aspek pertumbuhan yang kuat, tetapi juga dalam menciptakan kondisi yang inklusif dan berkelanjutan. Meskipun saat ini dunia dihadapkan pada ketidakpastian ekonomi akibat ketegangan politik antarnegara, Bank Indonesia tetap optimis terhadap masa depan ekonomi Indonesia dan Provinsi Bengkulu. Proyeksi yang dihasilkan oleh lembaga-lembaga internasional menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi global akan mengalami perbaikan, yang juga diharapkan berdampak positif untuk Indonesia dan Bengkulu. Untuk memperkuat iklim investasi di daerah, Bank Indonesia bersama pemerintah daerah terus berupaya menciptakan kondisi yang mendukung bagi para investor. Dalam acara BRIEF 2024, mereka menghadirkan grup investor dari China dan Malaysia, serta mengundang sejumlah investor nasional dan lokal untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan Bengkulu dapat menjadi lokasi yang menarik bagi para investor dalam waktu dekat. ANTARA