**Borneonews - Surabaya**, Kepolisian Daerah Jawa Timur baru-baru ini mengumumkan hasil identifikasi awal terkait penemuan kerangka manusia di kawasan Rumah Pompa Wonorejo 1, yang terletak di Kelurahan Kedung Baruk, Rungkut, Surabaya. Penemuan tersebut terjadi beberapa waktu lalu, dan pihak kepolisian langsung menginvestigasinya.
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokes) Polda Jawa Timur, Kombes Pol M Khusnan, menjelaskan bahwa sebanyak 21 tulang manusia berhasil ditemukan. Di antara kumpulan tulang tersebut terdapat tujuh tulang paha, dua tulang *klavikula* (selangka) kiri, dan satu tengkorak bagian belakang kepala. Selain itu, terdapat juga tengkorak sisi kanan, satu rahang bawah beserta enam gigi yang masih menempel, satu tulang panggul, dan enam tulang dari lengan bawah yang terdiri dari tiga pasang serta dua tulang lengan bawah.
Menurut Khusnan, kondisi keseluruhan tulang yang ditemukan sangat memprihatinkan. Dikatakannya, sebagian besar tulang tersebut sudah tidak utuh, memiliki struktur yang rapuh dan diperkirakan sudah ada sejak waktu yang sangat lama.
Dia menambahkan bahwa untuk memastikan identitas kerangka tersebut, pihaknya telah melakukan berbagai pemeriksaan, termasuk pemeriksaan forensik dan tes DNA. Namun, hingga saat ini, hasil dari tes DNA tersebut belum juga keluar. Kami melibatkan beberapa tim, termasuk dari kalangan ahli forensik dan dokter gigi forensik. Semua prosedur sudah dilakukan dan kini kami menunggu hasilnya, ungkap Khusnan.
Dugaan sementara dari pihak kepolisian menyatakan bahwa tulang belulang yang ditemukan mungkin berasal dari pemakaman yang berada di pinggir sungai. Dengan posisi tersebut, sangat mungkin terjadi erosi atau pergeseran tanah yang menyebabkan bekas-bekas kuburan terbawa aliran sungai dan terakumulasi di lokasi penemuan.
Dr. Marifatul Ula, seorang ahli forensik dari RS Bhayangkara Polda Jawa Timur, turut serta dalam proses identifikasi. Namun, dia mengaku menghadapi kesulitan, mengingat usia tulang belulang yang diperkirakan telah lebih dari 20 tahun. Selain itu, banyak struktur tulang lainnya yang telah hilang, menyisakan hanya beberapa bagian yang tidak lagi utuh.
Kondisi tulang tersebut sangat rapuh, sehingga mempersulit proses identifikasi lebih lanjut. Dr. Marifatul memperkirakan potongan tulang yang ditemukan menunjukkan bahwa kemungkinan besar ada lebih dari tiga individu, meskipun dia belum dapat menentukan jenis kelamin dari kerangka-kerangka tersebut.
Dalam upaya untuk mendalami kasus ini, Polda Jawa Timur juga membuka *hotline* aduan bagi masyarakat dengan nomor 0878-5512-7288. Melalui saluran ini, pihak kepolisian berharap agar warga yang merasa kehilangan anggota keluarga dapat segera menghubungi untuk membantu proses penyelidikan lebih lanjut.
Sebelumnya, penemuan kerangka manusia yang diduga berasal dari dua jenazah itu terjadi di dekat pintu penyaringan sampah Pompa Air Wonorejo 1 pada Rabu, 25 September, sekitar pukul 14.00 WIB. Jenazah tersebut pertama kali ditemukan oleh Mudi, penjaga pintu air, saat bertugas membersihkan area tersebut. Diperkirakan, tulang belulang yang ditemukan sudah tersangkut di pinggiran sungai selama lebih dari satu tahun. Tulang manusia yang diidentifikasi memiliki berbagai ukuran, mulai dari besar hingga kecil, dengan perkiraan asal bagian-bagian tubuh yang mulai dari paha hingga kepala.
ANTARA
Polisi Ungkap Penemuan Kerangka Manusia di Surabaya, Penyelidikan Berlanjut
Bagikan:

SURABAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Pelatih Minta Persebaya Bermain Agresif saat Hadapi Madura United
Razia Narkoba, 32 Sopir Angkutan Batubara di Barito Timur Jalani Tes Urine
Komentar (0)
Memuat komentar…







