**Borneonews - Manado**, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ulu Siau, berkolaborasi dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sitaro, Sulawesi Utara, melaksanakan program pembinaan kerohanian bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang beragama Islam. Kegiatan ini diadakan dengan tujuan untuk memperkuat keimanan dan ketaqwaan para WBP selama menjalani masa hukuman. Kepala Lapas Ulu Siau, Stady Umboh, menyatakan bahwa pembinaan rohani ini merupakan salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas spiritual warga binaan. Dijelaskan bahwa program ini juga menjadi sarana untuk menjalin hubungan yang lebih baik antara Lapas dan Kemenag Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), dan dilaksanakan di Mushola yang berada di dalam Lapas Ulu Siau. Lebih lanjut, Stady Umboh menekankan pentingnya sinergi yang terbangun antara Lapas dan Kemenag Sitaro. Kegiatan ini diharapkan mampu membina WBP secara holistik, mencakup aspek fisik, mental, dan spiritual. Selain itu, pembinaan tidak hanya melibatkan WBP, tetapi juga pegawai yang beragama Islam turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini, yang dikoordinasikan oleh Kepala Seksi Bimbingan Narapidana, Anak Didik, dan Kegiatan Kerja, Wawan Kuswanda. Pembinaan kerohanian diharapkan dapat memberikan ketenangan batin kepada para WBP serta memperkuat iman mereka dalam menjalani masa pembinaan. Menurut Wawan Kuswanda, kegiatan semacam ini sangat penting untuk mendalami ilmu agama dan menguatkan mental serta spiritual para narapidana mengingat perjalanan mereka dalam proses pembinaan. Kerjasama ini diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi pengembangan kerohanian dan kesejahteraan mental para WBP. Selain itu, kegiatan juga berfungsi sebagai wadah bagi para pegawai muslim untuk meningkatkan solidaritas dan saling mengingatkan satu sama lain dalam melaksanakan ibadah di lingkungan Lapas. ANTARA