BORNEONEWS, Sukamara – Meski baru memasuki musim kemarau, kini kabut asap tipis mulai menyelimuti Kota Sukamara dan menggangu aktivitas masyarakat di pagi hari, terutama saat beraktivitas di luar rumah.
Nita, warga Sukamara menuturkan, kabut asap yang menyelimuti hampir seluruh wilayah Sukamara sudah terjadi sekitar tiga hari lalu dengan ketebalan kabut yang terus bertambah. Kemunculan kabut asap diperkirakan sejak pukul 04.00 Wib dan mulai menghilang pada pukul 08.00 Wib.
“Saat pertama kali kabut asap muncul kondisinya tidak terlalu mengganggu dan bau asapnya tidak begitu tercium namun saat memasuki hari ketiga ketebalan kabut asap semakin bertambah” kata Nita, Minggu (14/08).
Menurut wanita yang tinggal di Jalan Reginal Kelurahan Mendawai tersebut kemunculan kabut asap ini selain mengganggu kesehatan, kabut juga menggangu pengendara saat berkendara di pagi hari karena membatasi jarak pandang pengendara.
“Kemungkinan jarak pandang hanya mencapai 20-30 meter saja, setelah itu kita tidak bisa melihat apa-apa lagi karena diselimuti kabut asap,” ucapnya.
Ia menduga kemunculan asap disebakan kebakaran hutan dan lahan yang sering terjadi dalam beberapa pekan belakangan ini.
“Jika kabut asapnya semakin pekat kita berharap dinas terkait mau membagikan masker untuk pengendara terutama anak sekolah,” pinta Nita.
Sementara itu, Sadiah, pengendara yang melintas di Jalan Reginal mengatakan bahwa keberadaan kabut asap ini memang sangat menggangu aktiviatasnya yang harus berkendara di pagi hari untuk mengantar anak ke sekolah.
“Cukup terganggu, karena selain menggangu jarak pandang asap juga membuat mata terasa perih,” ujar Sadiah. (MG-13/m)








