JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Kementerian Komunikasi dan Informatika tengah bersiap untuk membentuk sebuah tim tugas yang akan bertugas memerangi penyebaran berita bohong menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Tim ini akan berfungsi untuk memantau penyebaran informasi yang keliru di ruang siber selama berlangsungnya pemilihan tersebut. Tim tugas tersebut akan menjalin kerja sama dengan berbagai platform digital yang beroperasi di Indonesia, termasuk Meta Group yang meliputi *Instagram*, *Facebook*, dan *WhatsApp*, serta *Google* yang mencakup *YouTube*. Selain itu, juga akan berkolaborasi dengan platform lain seperti *X* (yang sebelumnya dikenal sebagai *Twitter*), *TikTok*, dan *SnackVideo*. Prabu Revolusi, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian, menjelaskan bahwa mereka memberikan kesempatan kepada platform-platform ini untuk turut berpartisipasi secara aktif dalam mencegah penyebaran informasi palsu yang berkaitan dengan Pilkada. Dia menegaskan bahwa tim yang dibentuk akan segera diluncurkan untuk membantu melawan disinformasi yang terkait dengan pemilihan tersebut. Hingga saat ini, pihak kementerian mencatat bahwa belum ada peningkatan signifikan terkait hoaks mengenai isu Pilkada yang beredar di internet. Meski demikian, untuk menciptakan suasana yang positif menjelang pemilu, kementerian juga memanfaatkan berbagai saluran komunikasi publik dan bersiap untuk berkolaborasi dengan platform digital terkait. Revolusi juga mendorong masyarakat, baik melalui media lokal maupun internasional, agar turut berperan dalam menjaga pemilihan yang damai dan kondusif. Selain itu, kementerian akan mengerahkan petugas untuk memberikan edukasi kepada komunitas yang tidak memiliki akses media mengenai proses pemilihan. Ia mengungkapkan, "Usaha ini dikoordinasikan dengan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika di masing-masing daerah." Pilkada 2024 dijadwalkan akan berlangsung secara serentak di seluruh Indonesia pada tanggal 27 November. Pada hari Jumat, Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi, menyampaikan bahwa kementeriannya memfokuskan perhatian pada tiga isu utama menjelang pemilu mendatang. Isu tersebut meliputi peningkatan partisipasi pemilih, penanganan masalah yang berkaitan dengan etnis, agama, ras, dan kelompok masyarakat, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap demokrasi. ANTARA