JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, atau yang lebih dikenal dengan sebutan BNI, akan menyelenggarakan acara BNI Investor Daily Summit 2024 pada tanggal 8 hingga 9 Oktober 2024. Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan untuk mendorong proses transformasi ekonomi di Indonesia. Direktur Utama BNI, Royke Tumilaar, menjelaskan bahwa acara ini bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan serta adaptif, terutama di tengah tantangan yang terus berkembang saat ini. Menurutnya, kegiatan ini akan fokus pada kolaborasi antara semua pemangku kepentingan, baik itu dari kalangan pemerintah, pelaku bisnis, hingga para investor, guna merumuskan strategi dalam menghadapi tantangan ekonomi di tingkat global dan nasional. Royke juga menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor diharapkan dapat menjadikan BNI Investor Daily Summit 2024 sebagai wahana untuk mempertemukan solusi berbagai masalah, baik yang bersifat nasional maupun yang dihadapi secara global. Dalam kesempatan tersebut, penekanan pada pentingnya transformasi digital dalam layanan keuangan juga disampaikan. Royke menginformasikan bahwa BNI siap meluncurkan *New Integrated Digital Platform*, yang dirancang khusus untuk memenuhi berbagai kebutuhan nasabah korporasi dan komersial. BNI juga menunjukkan perkembangan positif dalam hal aset dalam lima tahun terakhir. Tercatat, total aset bank ini mengalami peningkatan dari Rp845,6 triliun pada tahun 2019 menjadi Rp1.072,45 triliun pada tahun 2024, berkat inisiatif transformasi digital yang kuat. Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menyatakan bahwa implementasi digitalisasi di seluruh layanan perbankan memberikan BNI kekuatan lebih di pasar domestik dan internasional. Menarik perhatian publik, aplikasi mobile banking bernama *wondr by BNI* ini menawarkan fitur 3 dimensi keuangan, yaitu Transaksi, Insight, dan Growth, yang dirancang untuk membantu nasabah mengelola keuangan, merencanakan masa depan, serta meningkatkan aset mereka. Selain itu, Okki menambahkan bahwa pertumbuhan aset BNI juga didorong oleh peningkatan kredit yang konsisten, dari Rp556,77 triliun pada tahun 2019 menjadi Rp726,97 triliun pada semester pertama tahun 2024. Dana pihak ketiga (DPK) BNI juga menunjukkan tren positif dengan kenaikan dari Rp614,31 triliun pada tahun 2019 menjadi Rp772,32 triliun pada semester pertama tahun 2024. ANTARA